Jumat, 22 Mei 2026

Belajar berhenti berkata ‘maaf’

Tulisan ini disalin dari fitur kenangan FB tertanggal 22 Mei 2012

Jika melihat judul diatas tentunya akan mengernyitkan dahi. Bukankah kata ‘maaf’ adalah kata yang masuk di dalam ‘magic word’ yang juga sebaiknya diajarkan kepada anak, termasuk anak berkebutuhan khusus sekalipun.

 

Note ini terinspirasi sebuah status dari seorang ‘sahabat’, hehehehehehe lagi-lagi inspirasinya dari ‘status’ yak!! Yaaaa, pembelaannya adalah bahwa inspirasi menulis bisa darimana saja termasuk dari sebuah ‘status’.

 

Membawa ABK berada diluar lingkungan rumah, berada di area public merupakan sebuah tantangan dan uji mental tersendiri. Bukan hanya bagi orangtuanya yang membawa serta ABK-nya namun juga bagi sang ABK itu sendiri. Dalam berbagai situasi dan kondisi di luar lingkungan yang biasa melingkupi sang ABK banyak hal yang bisa terjadi, termasuk di dalamnya tantrum atau sebuah upaya ‘cari cari perhatian’.

 

Sebenarnya ulah atau tingkah laku seperti itu bukan hanya milik ABK. Pada umumnya anak-anak mempunyai sifat dasar seperti itu. Toh biasa juga kita melihat seorang anak yang ngambeg misalnya karena permintaannya tidak terpenuhi saat di mall, biasa juga melihat seorang anak yang menangis merengek, biasa juga melihat seorang anak yang berlari atau berteriak mencari-cari perhatian orangtuanya atau orang sekitarnya.

 

Namun,… ternyata hal-hal biasa tersebut akan menjadi ‘tidak biasa’ apabila terjadi pada seorang ABK. Oya memperjelas dahulu bahwa ABK disini adalah Anak Berkebutuhan Khusus, bukan Anak Buah Kapal yaaaaaa.

 

Seorang sahabat dalam statusnya menyebutkan bahwa dia akhirnya belajar untuk berhenti berkata ‘maaf’ saat ABK-nya berteriak mengungkapkan perasaannya. Perasaan senang atau sedih pada beberapa ABK terkadang terlihat ‘berlebihan’ dimana mereka berteriak, tertawa dalam suara yang keras dan tidak jarang disertai ‘melompat lompat kegirangan. Pada akhirnya sang orangtua ‘terpaksa’ melontarkan kata ‘maaf’ karena melihat reaksi dari lingkungan sekitar yang merasa terganggu mungkin atau merasa aneh melihat tingkah sang ABK. Sahabat berkata bahwa anaknya memang masih harus belajar bagaimana mengungkapkan perasaannya, namun sang anak tidak akan bisa memahami mengapa sang orangtua harus berkata ‘maaf’ karena ungkapan dirinya.

 

Mengingatkan diriku akan pengalaman berada di ruang public bersama Balqiz tentunya. Saat ini Balqiz sudah semakin merasa memerlukan bantuan tongkat untuk membantunya dan semakin bisa menguasai teknik dalam penggunaan tongkat tersebut. Jika berada di ruangan yang lebar dan luas biasanya tidak ada masalah. Namun berbeda jika kita berada dalam ruang gerak yang terbatas, misalkan di lorong sebuah mall, atau berada di halte pemberhentian bus. Tidak jarang tongkat Balqiz akan menyenggol kaki seseorang atau menabrak sesuatu yang menghalangi gerakan tongkat yang diayunkan Balqiz.

 

Beberapa kali aku memang meminta maaf atas kejadian tersebut, maaf yang didasari merasa bersalah bahwa keberadaan Balqiz yang menggunakan tongkat ternyata membuat orang tidak nyaman karena tertabrak atau tersenggol. Dan saat ini Balqiz sudah semakin kritis dalam menyikapi berbagai hal, jika kemarin kemarin dia hanya diam saja mendengar dan menyimak namun sekarang dia sudah bisa bertanya sekaligus protes. Kenapa bunda harus minta maaf?

 

Saat dijelaskan bahwa bunda minta maaf karena tongkat Balqiz menabrak seseorang atau menghalangi langkah seseorang, Balqiz melayangkan protes, “kan kata ibu tongkat buat tanda jalan, kalo nabrak aku harus berhenti” atau, "kan kata ibu 'balqiz kalo jalan dibantu melihatnya pakai tongkat'"

 

Akhirnya tersadar, bahwa ya juga yaaaa! Kan fungsi tongkat adalah membantunya untuk memandu berjalan, membantunya menjadi ‘mata’, membantunya mengenali area di depan langkahnya, kalau selalu meminta ‘maaf’ akhirnya buat apa berjalan? Buat apa orientasi mobilitas, lantas kalau misalkan Balqiz kelak mampu ‘mandiri’ tanpa pendamping jangan jangan saat membentur tembok dia akan berkata ‘maaf’ kepada tembok!!!!

 

Jadilah aku belajar berhenti berkata ‘maaf’ dalam

kondisi kondisi tertentu

. Cukuplah aku tersenyum dan mengajak Balqiz meneruskan langkah. Tentunya orang akan segera mengetahui bahwa tongkat yang menabrak dirinya adalah sebuah tongkat seorang ‘tunanetra’. Sudah saatnya masyarakat menerima keberadaan para penyandang disabilitas di sekitar mereka. Bahwa penyandang disabilitas juga mempunya hak berada di dalam ruang publik yang sama dengan masyarakat umum.

memulai berpartisipasi membentuk masyarakat yang inklusi dengan langkah kecil sesuai kemampuanku.

 

Buat sahabatku, terimakasih atas inspirasinya, tetap semangat dan tetap menguatkan tekad kita menaklukkan dunia bagi masa depan ABK kita!!!!





Senin, 04 Mei 2026

Kenapa sih anak tunanetra suka tekan/ kucek mata?

 

Bismillah,

Sebelum menjawab, kita coba ingat-ingat apa yang akan kita lakukan disaat bosan/ tidak ada yang dikerjakan/ atau disaat berada ditempat baru/ bertemu dengan orang baru? Juga misal kita sedang merasa cemas, ada sesuatu yang menakutkan, gelisah.

 

Buat kita orang awas, biasanya yang kita lakukan lihat kiri kanan, atau bengong/ ngelamun, ngobrol mungkin dengan orang di sekitar, atau memilih olahraga jempol yakni main gadget. Atau mungkin pernah menemui orang menggoyang-goyangkan kaki saat menunggu, memainkan rambut dengan menggulung-gulungnya. Semuanya bertujuan untuk mencari kenyamanan pada diri kita, mengalihkan diri dari berbagai rasa tidak nyaman.

 

Lantas,

Terpikirkah bagaimana jika itu terjadi pada anak kita yang memiliki gangguan penglihatan? Gak ada yang dikerjain, ada orang disekitar tapi pada sibuk semua. Banyak suara yang mungkin asing dan menakutkan.

 

Alhasil karena gak ada yang bisa dikerjain, anak akan eksplore tubuhnya. Mana kiranya yang nyaman, menarik atau mudah dikerjakan. Jadi ada anak yang akan senang menggoyang-goyangkan tubuhnya, ada yang suka bertepuk-tepuk tangan, atau loncat-loncat. Nah salah satu yang menarik, nyaman dan mudah dikerjakan adalah menekan/ kucek mata.

 

Karena dirasanya nyaman, mudah, menarik yang awalnya hanya sekedar eksplore akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Selanjutnya kebiasaan ini nanti akan ibuk sebut dengan istilah 'blindism'.

 

Sayangnya kebiasaan tersebut dampaknya merugikan bagi estetika wajah anak. Tekanan berulang dan sering sementara area mata terbentuk dari jenis tulang lunak. Ya sudah, akhirnya wajah anak-anak secara perlahan akan berubah tidak simetris, lebih cekung pada salah area mata dan karena sudah menjadi kebiasaan jadilah potensi tantrum saat dilarang.

 

Disini tantangan bagi orangtua.

Jangan pernah lelah untuk mengalihkan jemari anak, jangan pernah lengah karena segala cara akan dillakukan oleh anak bagaimana bisa menekan/ kucek mata ini. Dan sibukkan anak dengan berbagai kegiatan.

 

Bagaimana dengan Balqiz dimasa kecilnya?

Sama. Suka tekan mata juga.

Jadi ibuk harus kompak dengan seluruh warga rumah, sehingga saat melihat Balqiz memulai aksinya, semua bisa berkontribusi untuk mengalihkan jemarinya.



keterangan foto : balqiz kecil sedang menekan mata


 Sulit?

Capek?

Bosan?

Jelaaaasss

Tapi suka tidak suka, mau tidak mau, harus DIALIHKAN alias DILARANG.

Berhasil?

Alhamdulillah

Sehingga dampak kondisi cekung pada area mata bisa diminimalis.



keterangan foto : balqiz di usia dewasa 

 

Buk, tantrum gak?

Whuaaaa ya jelas

Berhubung Balqiz paham bahwa yang berlaku adalah aturan ibuk, bukan aturan Balqiz, jadi gak berani tantrum lama-lama.

 

Jadi soal tantrum pada anak saat dilarang menekan/ kucek mata, ibuk kembalikan kepada teman-teman punya cara sendiri untuk mengatasinya.

  

Ada beberapa tulisan ibuk terdahulu yang pernah ibuk posting di FB perihal ini. InshaaAllah akan ditulis ulang di blog ini agar bisa dibaca juga secara umum tanpa perlu masuk ke akun FB.

 

 

Selasa, 21 April 2026

Labeling

 

Bismillah,

Kemarin kita sudah ngobrol tentang pentingnya sedari dini mengenalkan huruf Braille kepada anak-anak tunanetra dengan menebar banyak huruf/kata/ kalimat diberbagai tempat terutama pada benda-benda yang dipergunakan anak-anak dalam keseharian.

 

Kegiatan  menebar banyak huruf-huruf Braille diberbagai benda, untuk berikutnya akan ibu sebut dengan labeling, dimasa lampau agar Balqiz mulai mengenal huruf Braille dimulai dengan menempelkan label pada benda-benda yang dipergunakan sehari hari. Seperti gelas, piring, botol minumnya, kemudian merambah di area jendela, pintu kamar, pintu kamar mandi, kulkas, lemari, kursi, meja dan sebagainya. Pada beberapa benda jejak-jejak tersebut masih menempel. Monggo kalau ada kesempatan berkunjung ke rumah ibuk bisa dilihat.

 

Trus cara buatnya gimana?

Dengan menggunakan riglet dan stylus. Alat tulis dasar yang WAJIB dimiliki oleh penyandang tunanetra. Riglet & Stylus ini diibaratkan sebuah pena/ pulpen/ pensil bagi orang awas.  Walaupun teknologi sudah sangat maju dan penggunaan gadget sudah sedemikian mendarah daging dengan kehidupan keseharian, tetap ada saat-saat memerlukan pena/pulpen/ pensil sebagai alat tulis. Demikian juga dengan tunanetra, tetap memerlukan riglet & stylus. Medianya apa? Bisa menggunakan dymo label atau yang paling mudah bisa menggunakan plastik mika dan ditempel menggunakan double-tape.



keterangan foto : label dymo yang terpasang di papan riglet 


 Dahulu memang ada alat yang bisa dipergunakan membuat label ini. Yakni alat dymo Braille. Banyak teman bertanya pada akhirnya dimana bisa mendapatkan dymo Braille ini. Untuk saat ini sudah sangat sulit ya untuk mendapatkannya. Ibuk belum pernah melihat lagi ada vendor yang menjualnya. Untuk labelnya sendiri masih bisa ditemukan di market place. Bisa dicari dengan kata kunci 'dymo label'.


keterangan foto : dymo label berwarna oranye

 

Saat menemukan dymo Braille yang ibuk miliki inipun kejadiannya tidak sengaja. Saat berkunjung di sebuah lembaga nirlaba komunitas tunanetra di negara jiran, melihat dymo Braille ini pun tergeletak begitu saja. Ibuk bertanya tentang penggunaan alat tersebut sekaligus bertanya apakah dijual? Boleh jika berminat membeli dan dijelaskan juga bahwa ini kondisinya bukan baru namun preloved/ second. Saat itu harganya setara dengan Rp. 350.000. waktu membeli juga belum punya bayangan penggunaannya untuk apa. Maklum ibuk masih newbie menjadi orangtua dengan anak tunanetra. Sejalan dengan waktu barulah paham penggunaannya dan hingga saat ini masih terpakai. Alhamdulillah.



keterangan foto : alat dymo braille dan dymo label


 Yuk teman-teman segera memulai kegiatan labeling ini untuk bisa mengenalkan huruf-huruf Braille kepada anak-anak. Semangat yaaaaaa



keterangan foto : contoh label tertempel pada botol, gelas, piring dan tumbler

 

 

#AnakBerkebutuhanKhusus
#AnakTunanetra

#TunanetraPastiBisa

#Braille
#HurufBraille
#BelajarBacaTulisBraille

 

 

 

Jumat, 17 April 2026

Mengenalkan Huruf Braille

Bismillah,.

Satu pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan para orangtua dengan anak gangguan penglihatan, terutama yang menyandang kebutaan total/ totally blind adalah,

 'Kapan anak mulai dikenalkan huruf braille' ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ibuk mo mengajak teman-teman memutar waktu dimasa kecil dahulu.

1.      Sebelum kita dahulu bisa mengenal huruf, bisa baca tulis, pastinya orangtua kita sudah lebh dahulu bisa membaca menulis

2.      Dimasa kita kecil belum bisa baca, pasti kita sudah terbiasa melihat taburan huruf huruf kan yaaaa. Saat menonton televise misalnya pasti kita melihat tebaran huruf. kemudian kita pergi keluar rumah kita juga melihat banyak berbagai huruf, ada nama toko, ada nama restoran, ada baliho iklan yang besar, dan lain-lain.

 


keterangan foto : ada 6 foto tulisan pada iklan baliho, papan nama toko, nama mesjid, tulisan di televisi


Jadi walaupun dimasa kecil kita belum bisa baca, kita dikelilingi oleh banyak taburan huruf dimana-mana.

 

Dari 2 hal sederhana atas kita bisa mulai menjawab pertanyaan utama: kapan anak mulai dikenalkan huruf Braille?

 Dengan ibuk melontarkan sebuah pertanyaan kepada teman-teman yang saat ini sedang berperan sebagai orangtua dengan anak yang mengalami gangguan penglihatan

 'Kapan ibu dan bapak mau dan siap memulai belajar menulis dan membaca braille'

Lhoooo kok orangtuanya? Kan yang buta yang tunanetra anaknya. Ya. Sebelum anak bisa baca tulis Braille, maka orangtuanya dululah yang mulai belajar.

Dengan orangtua mau dan siap belajar, maka sejak saat itulah anak akan mulai mengenal huruf Braille. Ajang latihan menulis, orangtua bisa mulai dengan menempelkan banyak huruf huruf Braille dimana-mana di lingkungan keseharian anak. Jadi anak tidak langsung belajar baca dan menulis tetapi menabur mengenalkan huruf Braille sejauh jemari anak bisa menjangkau.



keterangan foto : ada 4 foto tulisan huruf braille di kulkas, lemari, pintu dan alat alat makan


Anak memegang botol minumnya, ada huruf huruf Braille disana

Anak sedang minum dari gelas, ada tulisan Braille digelas yang dipegang

Saat anak bermain dengan berbagai mainan yang dimiliki, bisa meraba ada huruf huruf Braille disana.

Hanya dikenalkan, tanpa ada tuntutan harus bisa membacanya.


keterangan foto : foto balqiz kecil sedang meraba huruf braille yang tertempel di pintu


Sampai sini bisa dipahami yaaaa teman-teman tahapan awal dalam mengenalkan huruf-huruf braillenya kepada anak-anak. Jadi terjawab sudah yaaa teman-teman. Dan gentian sekarang ibuk yang nanya

 

Sudah siapkah teman-teman mulai belajar menulis dan membaca Braille?

Jika sudah siap, kapan mau memulainya?

Ditunggu jawabannya.



#AnakBerkebutuhanKhusus

#AnakTunanetra
#Braille
#BelajarHurufBraille
#BacaTulisBraille

#TunanetraPastiBisa

 

Selasa, 21 Oktober 2025

Perbedaan Anatomi Mata Bayi Prematur dan Bayi Cukup Bulan

 

Selamat pagi teman-teman, ada banyak pertanyaan ditujukan kepada ibuk, terkait kenapa sih harus dilakukan skrining/ pemeriksaan mata pada bayi lahir prematu. Sebagai pengantar, ibuk kembali mengingatkan juga bahwa secara umum terlahir prematur memang secara keseluruhan organ tubuhnya belum siap/ matur untuk dilahirkan, termasuk pada organ mata. Yuk, kita bahas yaaaa

 

Perbedaan Anatomi Mata Bayi Prematur dan Bayi Cukup Bulan


 




1. Struktur Umum Mata Bayi

Mata bayi baru lahir belum berkembang sempurna. Baik bayi prematur maupun cukup bulan memiliki struktur dasar yang sama, yaitu kornea, iris, lensa, retina, dan saraf optik. Namun, tingkat kematangan dan fungsi setiap bagian berbeda tergantung pada usia kehamilan saat lahir.

 

2. Lensa Mata

Bayi Cukup Bulan: Lensa sudah relatif matang, memiliki struktur transparan yang lebih stabil, dan ketebalan normal. Fokus visual mulai bekerja, meski penglihatan masih buram.

 

Bayi Prematur: Lensa lebih tebal dan lunak karena belum sepenuhnya mengalami proses maturasi. Perkembangan serat-serat lensa belum lengkap, sehingga kemampuan fokus dan transmisi cahaya masih rendah.

 

3. Retina dan Makula

Bayi Cukup Bulan: Retina sudah hampir sepenuhnya terbentuk. Pembuluh darah retina sudah mencapai perifer, dan makula (pusat penglihatan tajam) mulai berfungsi.

 

Bayi Prematur: Retina belum berkembang sempurna. Pembuluh darah belum mencapai tepi retina, berisiko mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang bisa menyebabkan kebutaan.

 

 

4. Kornea dan Sklera

Bayi Cukup Bulan: Kornea lebih jernih dan sklera (bagian putih mata) lebih kuat.

 

Bayi Prematur: Kornea tampak sedikit lebih buram karena kadar air tinggi, dan sklera masih lunak.

 

 

5. Ukuran Bola Mata

Bayi Cukup Bulan: Diameter anteroposterior (depan–belakang) sekitar 16–17 mm.

 

Bayi Prematur: Ukuran bola mata lebih kecil, sekitar 14–15 mm, dan akan terus berkembang setelah lahir.

 

 

6. Perkembangan Fungsional penglihatan saat lahir

Bayi Cukup Bulan: Dapat merespons cahaya dan mulai fokus pada objek dalam jarak 20–30 cm.

 

Bayi Prematur: Respon terhadap cahaya lebih lambat dan refleks pupil belum sempurna.

 

 ---

 

Kesimpulan: Perbedaan utama antara bayi prematur dan cukup bulan terletak pada tingkat kematangan struktur mata, terutama lensa dan retina. Pemantauan rutin oleh dokter mata sub spesialis mata anak penting untuk mencegah komplikasi seperti Retinopathy of Prematurity (ROP) yang dapat menyebabkan KEBUTAAN PERMANEN pada bayi prematur.

 

Sebab itu wajib dilakukan skrining awal tepat waktu pada bayi prematur yakni diusia 4 minggu sebagai bentuk pencegahan. Dan selanjutnya pemeriksaan rutin minimal setahun sekali juga tetap dilakukan sebagai kewaspadaan atas gangguan kesehatan mata yang bisa terjadi, seperti lazy eye, myopa/ minus, plus, silinder, strabismus/ juling, atau kondisi-kondisi gangguan lainnya.

 

Akhir kata, pastikan

Skrining ROP tepat waktu (mulai usia 4minggu dan diperiksa ulang per2 minggu hingga dinyatakan mature) kemudian lanjut dengan periksa mata secara berkala menimal setahun sekali

 

#Skrining
#SkriningROP
#Prematur
#PrematureIndonesia

Rabu, 20 Agustus 2025

PAPAN TULIS BRAILLE atau PANTULE

 

Bismillah,

Apa kabar teman-teman? Semoga tetap sehat dan semangat ya

Ibu mau memperkenalkan alat bantu belajar Braille, yakni papan tulis Braille atau yang lebih sering disebut dengan pantule.





Biasanya terbuat dari kayu, dan ada laci kecil dibagian bawah papannya sebagai tempat penyimpanan butir paku. Di atas papan sudah terpola beberapa kolom, dan setiap kolomnya ada lubang-lubang sesuai dengan titik Braille. Yakni titik 1-2-3-4-5-6.

Cara penggunaannya menggunakan butir paku yang dimasukkan ke dalam lubang pada papan dan membentuk huruf Braille. Dalam proses memasukkan butir-butir paku ke dalam lubang, ini memerlukan ketrampilan motorik halus anak. Tidak sulit, bisa dilakukan oleh anak-anak dengan baik, kuncinya rutin berlatih.


Dalam penggunaan pantule ini, ibuk sarankan selalu damping anak dan awasi dengan baik. Disebabkan butiran paku ini bisa saja dimasukkan ke dalam mulut, hidung atau telinga anak. Kita tahu bersama, anak-anak seringkali punya rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi, jadi menghindari hal yang tidak diinginkan, tetap awasi dan dampingi anak.




Catatan :
- foto menampilkan papan tulis Braille/ pantule dengan posisi laci terbuka dan menampakkan butiran paku yang terbungkus plastik. Di atas papan pantule tersusun paku-paku tersebut membentuk kata di baris pertama Balqiz, dan di baris kedua Alifah
- video menampilkan peragaan penggunaan pantule

-Jika berminat, bisa kontak ibuk mima

.

.


#AnakTunanetra

#PeduliAbk
#PeduliAbkTunanetra
#BelajarBacaTulisBraille
#AlatBantuBelajarBraille
#Pantule
#PapanTulisBraille

Selasa, 19 Agustus 2025

Memetik Sayur

Kegiatan fungsional

Memetik sayur
.
.
Memetik sayur bisa menjadi salah satu stimulasi motorik halus yang fungsional. Mulai dari mengambil batang sayur, kemudian gerakan memetik, meletakkan hasil petikan pada mangkok/ baskom dan memisahkan meletakkan batang sayur sebagai bagian dari sampah. Mencuci hasil petikan dan berlanjut kepada kegiatan memasak dan makan.
.
.
Di saat memetik bisa belajar juga tentang besar kecil helaian daun, panjang pendek batang sayur. Lebih luas lagi anak paham atas konsep bahwa untuk bisa menikmati sebuah hidangan ada proses yang harus dilewati. Tidak simsalabim hidangan tersedia.
.
.
Kenapa disebut sebagai kegiatan fungsional, saat melakukan kegiatan tidak terasa kesan ‘belajar’nya. Memetik sayur bisa disebut sebagai kegiatan rutin harian yang dilakukan, namun tanpa terasa ternyata di dalam kegiatan ini sudah terstimulasi fungsi motorik halusnya. Dan akhir kegiatan memiliki sesuatu yang bisa dinikmati.
.
.
Stimulasi motorik halus ini kelak akan berfungsi sebagai pondasi kemampuan anak belajar, sebagai modal dasar untuk bisa membaca dan menulis braille.
.
.



Keterangan video :

Sabtu, 16 Agustus 2025

KATARAK BAWAAN ATAU KONGENITAL


Bismillah,

Beberapa kali mendapat cerita dari orangtua, diawal diagnosa mata anak-anak mereka adalah Katarak Konginetal. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan juga, apakah katarak konginetal itu? Dan kenapa ROP stage 5 bisa diduga sebagai katarak konginetal?

 

Di awal diagnosa, karena keterbatasan alat, seringkali ROP stage 5 yang telah mengalami ablasio/ pelepasan retina akan memiliki ciri kekeruhan pada pupil, pupil berubah menjadi abu-abu cenderung putih. Sama dengan ciri khas pada kondisi katarak konginetal, inilah yang menjadi dasar kenapa ROP stage 5 dicurigai sebagai katarak konginetal. 

 

Katarak kongenital adalah jenis katarak bawaan yang sudah ada sejak lahir atau berkembang dalam tahun pertama kehidupan. Lensa mata yang keruh membuat cahaya sulit mencapai retina, sehingga penglihatan bayi menjadi kabur atau terganggu. Jika katarak ini tak terdeteksi saat bayi, ada risiko kehilangan penglihatan seiring dengan bertambahnya usia. Katarak bawaan dapat muncul tanpa penyebab pasti, beberapa kasus dapat disebabkan oleh faktor genetic, kelainan kromosom,  tapi paling sering ditemui berkaitan dengan penyakit infeksi saat kehamilan, seperti rubela.


Katarak kongenital mempengaruhi perkembangan normal lensa mata pada bayi, sehingga mengganggu penglihatan mereka sejak dini. Gejala yang mungkin timbul meliputi penglihatan kabur, mata yang putih atau keruh, atau ketidakmampuan bayi untuk melihat objek dengan jelas. 


Tata laksana  penyembuhan katarak konginetal adalah dengan operasi. Dalam prosedurnya, dokter akan membersihkan lensa atau mengangkat lensa mata yang keruh dan mengganti lensa mata buatan agar penglihatan pasien katarak menjadi lebih baik. Biasanya kelak tetap memerlukan alat bantu kacamata untuk perbaikan fungsi penglihatannya. Perlu tindak lanjut assesmen fungsi penglihatan secara berkala untuk memantau serta memberikan alat bantu yang tepat.


Katarak konginetal bisa dialami oleh siapa saja, tidak terbatas disebabkan oleh kelahiran premature. Sebab itu penting dilakukan skrining/ pemeriksaan sesuai dengan prosedur serta alat yang tepat oleh dokter mata sub spesialis mata anak (pediatric opthalmolog). Untuk bayi terlahir premature ( < 37 minggu) pemeriksaan pertama paling lambat usia 4minggu, untuk bayi lahir cukup bulan pemeriksaan pertama sebelum usia 6 bulan.


Ayo skrining!

Jangan abaikan pentingnya skrining. Apabila belum/ tidak mendapat saran skrining dari dokter/ rumah sakit, skrining bisa dilakukan secara mandiri. Yuk jaga masa depan kesehatan mata anak-anak kita.

.

.

 


 keterangan foto : 

foto kiri ilustrasi mata dengan lensa normal, foto kanan ilustrasi mata dengan lensa katarak



Catatan :

sumber tulisan disarikan dari beberapa sumber/ jurnal resmi

sumber foto diambil dari google


 

#PeduliKesehatanMata
#KatarakKonginetal

#AyoSkrining

Kamis, 14 Agustus 2025

Metode Penanganan Retinopathy Of Prematurity

Bismillah,

Selamat pagi teman-teman, semoga tetap sehat dan semangat ya Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada ibuk, seiring dengan diagnosa ROP yang diberikan oleh dokter mata, apakah ada tindakan yang bisa dilakukan untuk bisa mengatasi kondisi ROP ini?

Pada prinsipnya kondisi ROP ini bisa dilakukan tindakan sepanjang hasil pemeriksaan masih memungkinkan dilakukan. Karena pada banyak kasus tidak semua ROP bisa dilakukan tindakan, terutama pada kondisi final stage (ROP stage 5) dimana kondisi retina sudah mengalami ablasio atau detachment. Kita pahami dahulu bahwa ROP ini berpacu dengan waktu, golden time perencanaan tindakan tidak lebih dari 72jam sejak diagnosa tegak. semakin lama ditunda semakin cepat perburukan terjadi dan semakin kecil keberhasilannya.


🌼

Setelah mendapat diagnosa kondisi ROP pada anak anak premature, dan dokter mata yang memeriksa merencanakan berbagai tindakan, sebenarnya banyak sekali pertanyaan dari para sahabat, teman, member terkait dengan tindakan penanganan ROP tersebut.
Saat diberikan edukasi reaksi mereka iya iya saja dan seringkali sebenarnya tidak paham juga apa yang akan dihadapi saat anak anak mereka menjalani treatment/ penanganan sehubungan dengan kondisi ROPnya.



🌼
Untuk penanganan ROP selama ini ada beberapa metode yang dilakukan, yakni :
1. Cryoteraphy, metode ini sudah tidak lagi dipergunakan.
2. Laser atau biasa juga disebut LIO/ Laser Indirect Opthalmoskopi.
3. Injeksi Anti-VEGF atau biasa dikenal dengan Injeksi Avastin
4. Vitrektomi
Ibuk bahas satu satu ya,

🌼
LASER
Cara kerja laser ini seperti mematri robekan retina dan sekaligus membetulkan pertumbuhan jaringan pembuluh liar yang berbelok-belok/ berkelok-kelok agar tidak semakin menarik retina. Pada umumnya diperlukan anastesi umum untuk melakukannya di ruang bedah/ ruang operasi.


🌼
INJEKSI Anti-VEGF
Adalah tindakan korektif dengan melakukan suntikan langsung ke rongga vitreous pada bagian tengah mata. Injeksi Anti-VEGF berfungsi menurunkan VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor), zat yang membuat pembuluh darah tumbuh abnormal dan berpotensi menarik retina sehingga lepas.
Kapan diperlukan injeksi Anti-VEGF ini?
Ada indikasi khusus yaitu pada ROP yang disertai Plus Disease yaitu kondisi dimana selain ada ROP, ada juga pertumbuhan pembuluh darah retina yang liar dan abnormal. Kalau ada plus disease baru Anti-VEGF di berikan.
Ada beberapa jenis Anti-VEGF, namun untuk kondisi ROP yang digunakan adalah bevacizumab atau biasa disebut dengan Avastin.
Biasanya tidak diperlukan anastesi umum, hanya anastesi lokal dan seharusnya bisa dilakukan di ruang praktek, namun mengingat diperlukan lingkungan yang steril maka demi keamanan dan kenyamanan tim medis tetap akan dilakukan di ruang bedah/ ruang operasi.



keterangan foto : foto kiri tindakan laser, foto kanan tindakan injeksi Anti-VEGF




🌼
Jadiiii……...
Laser dan injeksi anti vegf tidak bisa saling menggantikan ya.
Ada kalanya perlu keduanya.
Bukan kayak kalo pusing bisa minum antalgin atau paracetamol.
Bukan kayak gitu.

🌼
VITREKTOMI
Ini bagian yang sulit untuk mendeskripsikannya.
Secara teknis penjelasan Vitrektomi adalah prosedur operasi untuk mengobati bermacam gangguan retina, biasanya lewat pengangkatan cairan gel di dalam mata yang disebut vitreous dan menggantikannya dengan cairan gel yang baru. Seringkali pada pelaksanaan operasi, metode digabungkan dengan metode laser dan jika diperlukan akan dilakukan pemasangan scleral buckle.
Adapun scleral buckling adalah penempatan penyokong seperti sabuk di sekitar dinding bola mata untuk menjaga retina tetap berada di posisinya. Prosedur ini dijalankan untuk mencegah retina terlepas yang mungkin terjadi setelah vitrektomi.
Sayangnya pada vitrektomi tidak berarti penglihatan kembali normal sepenuhnya. Terutama bila retina sudah terlepas.. Dokter hanya berusaha mempertahankan yang ada supaya tidak lebih buruk lagi. Biasanya jika dokter memutuskan vitrektomi artinya kondisi sudah masuk rop yang buruk. Cicatricial ROP. At least sudah stage 4A dan stage 4B dimana sebagian retina sudah terlepas. Bahkan kalo 4B yang lepas itu sudah retina bagian makula alias pusat penglihatan.

🌺
Penjelasan awamnya adalah, seperti seorang tukang yang sedang memasang ulang wallpaper pada dinding. Idealnya wallpaper lama dilepas dan dipasang baru. Namun yang bisa dilakukan adalah memasangkan kembali wallpaper yang ada ke dinding. Dalam proses pemasangan berbagai reaksi akan bisa muncul. Terpasang dengan benar, terpasang dengan beberapa lipatan/ gelembung, sobek, dll. Dan setelah terpasang kembali, masih ada kemungkinan wallpaper tersebut akan lepas kembali atau rusak.
Pelaksanaan vitrektomi ini masuk kategori operasi besar membutuhkan ruang bedah/ ruang operasi dan anastesi umum

🌼
Lantas bagaimana dengan pengalaman ibuk saat balqiz menjalani pengobatan dahulu?
20 tahun yang lalu metode injeksi Anti-VEGF belum ada. Jadi saat itu yang dijalani oleh Balqiz di Singapura adalah metode laser dan vitrektomi. Operasi pertama adalah laser, dan operasi kedua adalah kombinasi antara laser dan vitrektomi sekaligus memasang scleral buckle.

🌼
Pada saat ini ketiga teknik ini yang masih dipergunakan di berbagai rs baik di dalam maupun luar negeri. Ibuk sangat yakin dengan kemajuan teknologi, teknik penanganan ROP akan semakin berkembang dikemudian hari menjadi semakin baik.
Kita doakan bersama ya.

🌼
Yuk, lakukan skrining ROP pada mata bayi prematur ibu dan bapak paling lambat usia 4minggu, walau tidak ada saran dari dokter yang merawat. Agar tidak mengalami kondisi perburukan yang harus menjalani penanganan seperti diatas.
ROP itu nyata!

🌼
Disclaimer :
- apa yang ibuk tulis diatas adalah dengan bahasa awam dan sudah dikonsultasikan dengan rekan dokter mata sub spesialis mata anak yang biasa menangani kasus ROP
- foto diambil dari koleksi pribadi dr. flo dan sudah mendapat ijin beliau.
- mengenai biaya sila langsung konfirmasikan pada bagian keuangan rs/ klinik, beda rs/ klinik memiliki kebijakan tarif masing-masing.
--- Catatan Tambahan : - Tulisan ibuk ini telah diterbitkan di akun FB Prematur Indonesia 27 Oktober 2019
- Ada sedikit revisi/ update dari tulisan terdahulu pada postingan ini.