Selasa, 21 April 2026

Labeling

 

Bismillah,

Kemarin kita sudah ngobrol tentang pentingnya sedari dini mengenalkan huruf Braille kepada anak-anak tunanetra dengan menebar banyak huruf/kata/ kalimat diberbagai tempat terutama pada benda-benda yang dipergunakan anak-anak dalam keseharian.

 

Kegiatan  menebar banyak huruf-huruf Braille diberbagai benda, untuk berikutnya akan ibu sebut dengan labeling, dimasa lampau agar Balqiz mulai mengenal huruf Braille dimulai dengan menempelkan label pada benda-benda yang dipergunakan sehari hari. Seperti gelas, piring, botol minumnya, kemudian merambah di area jendela, pintu kamar, pintu kamar mandi, kulkas, lemari, kursi, meja dan sebagainya. Pada beberapa benda jejak-jejak tersebut masih menempel. Monggo kalau ada kesempatan berkunjung ke rumah ibuk bisa dilihat.

 

Trus cara buatnya gimana?

Dengan menggunakan riglet dan stylus. Alat tulis dasar yang WAJIB dimiliki oleh penyandang tunanetra. Riglet & Stylus ini diibaratkan sebuah pena/ pulpen/ pensil bagi orang awas.  Walaupun teknologi sudah sangat maju dan penggunaan gadget sudah sedemikian mendarah daging dengan kehidupan keseharian, tetap ada saat-saat memerlukan pena/pulpen/ pensil sebagai alat tulis. Demikian juga dengan tunanetra, tetap memerlukan riglet & stylus. Medianya apa? Bisa menggunakan dymo label atau yang paling mudah bisa menggunakan plastik mika dan ditempel menggunakan double-tape.



keterangan foto : label dymo yang terpasang di papan riglet 


 Dahulu memang ada alat yang bisa dipergunakan membuat label ini. Yakni alat dymo Braille. Banyak teman bertanya pada akhirnya dimana bisa mendapatkan dymo Braille ini. Untuk saat ini sudah sangat sulit ya untuk mendapatkannya. Ibuk belum pernah melihat lagi ada vendor yang menjualnya. Untuk labelnya sendiri masih bisa ditemukan di market place. Bisa dicari dengan kata kunci 'dymo label'.


keterangan foto : dymo label berwarna oranye

 

Saat menemukan dymo Braille yang ibuk miliki inipun kejadiannya tidak sengaja. Saat berkunjung di sebuah lembaga nirlaba komunitas tunanetra di negara jiran, melihat dymo Braille ini pun tergeletak begitu saja. Ibuk bertanya tentang penggunaan alat tersebut sekaligus bertanya apakah dijual? Boleh jika berminat membeli dan dijelaskan juga bahwa ini kondisinya bukan baru namun preloved/ second. Saat itu harganya setara dengan Rp. 350.000. waktu membeli juga belum punya bayangan penggunaannya untuk apa. Maklum ibuk masih newbie menjadi orangtua dengan anak tunanetra. Sejalan dengan waktu barulah paham penggunaannya dan hingga saat ini masih terpakai. Alhamdulillah.



keterangan foto : alat dymo braille dan dymo label


 Yuk teman-teman segera memulai kegiatan labeling ini untuk bisa mengenalkan huruf-huruf Braille kepada anak-anak. Semangat yaaaaaa



keterangan foto : contoh label tertempel pada botol, gelas, piring dan tumbler

 

 

#AnakBerkebutuhanKhusus
#AnakTunanetra

#TunanetraPastiBisa

#Braille
#HurufBraille
#BelajarBacaTulisBraille

 

 

 

Tidak ada komentar: