Senin, 04 Mei 2026

Kenapa sih anak tunanetra suka tekan/ kucek mata?

 

Bismillah,

Sebelum menjawab, kita coba ingat-ingat apa yang akan kita lakukan disaat bosan/ tidak ada yang dikerjakan/ atau disaat berada ditempat baru/ bertemu dengan orang baru? Juga misal kita sedang merasa cemas, ada sesuatu yang menakutkan, gelisah.

 

Buat kita orang awas, biasanya yang kita lakukan lihat kiri kanan, atau bengong/ ngelamun, ngobrol mungkin dengan orang di sekitar, atau memilih olahraga jempol yakni main gadget. Atau mungkin pernah menemui orang menggoyang-goyangkan kaki saat menunggu, memainkan rambut dengan menggulung-gulungnya. Semuanya bertujuan untuk mencari kenyamanan pada diri kita, mengalihkan diri dari berbagai rasa tidak nyaman.

 

Lantas,

Terpikirkah bagaimana jika itu terjadi pada anak kita yang memiliki gangguan penglihatan? Gak ada yang dikerjain, ada orang disekitar tapi pada sibuk semua. Banyak suara yang mungkin asing dan menakutkan.

 

Alhasil karena gak ada yang bisa dikerjain, anak akan eksplore tubuhnya. Mana kiranya yang nyaman, menarik atau mudah dikerjakan. Jadi ada anak yang akan senang menggoyang-goyangkan tubuhnya, ada yang suka bertepuk-tepuk tangan, atau loncat-loncat. Nah salah satu yang menarik, nyaman dan mudah dikerjakan adalah menekan/ kucek mata.

 

Karena dirasanya nyaman, mudah, menarik yang awalnya hanya sekedar eksplore akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Selanjutnya kebiasaan ini nanti akan ibuk sebut dengan istilah 'blindism'.

 

Sayangnya kebiasaan tersebut dampaknya merugikan bagi estetika wajah anak. Tekanan berulang dan sering sementara area mata terbentuk dari jenis tulang lunak. Ya sudah, akhirnya wajah anak-anak secara perlahan akan berubah tidak simetris, lebih cekung pada salah area mata dan karena sudah menjadi kebiasaan jadilah potensi tantrum saat dilarang.

 

Disini tantangan bagi orangtua.

Jangan pernah lelah untuk mengalihkan jemari anak, jangan pernah lengah karena segala cara akan dillakukan oleh anak bagaimana bisa menekan/ kucek mata ini. Dan sibukkan anak dengan berbagai kegiatan.

 

Bagaimana dengan Balqiz dimasa kecilnya?

Sama. Suka tekan mata juga.

Jadi ibuk harus kompak dengan seluruh warga rumah, sehingga saat melihat Balqiz memulai aksinya, semua bisa berkontribusi untuk mengalihkan jemarinya.



keterangan foto : balqiz kecil sedang menekan mata


 Sulit?

Capek?

Bosan?

Jelaaaasss

Tapi suka tidak suka, mau tidak mau, harus DIALIHKAN alias DILARANG.

Berhasil?

Alhamdulillah

Sehingga dampak kondisi cekung pada area mata bisa diminimalis.



keterangan foto : balqiz di usia dewasa 

 

Buk, tantrum gak?

Whuaaaa ya jelas

Berhubung Balqiz paham bahwa yang berlaku adalah aturan ibuk, bukan aturan Balqiz, jadi gak berani tantrum lama-lama.

 

Jadi soal tantrum pada anak saat dilarang menekan/ kucek mata, ibuk kembalikan kepada teman-teman punya cara sendiri untuk mengatasinya.

  

Ada beberapa tulisan ibuk terdahulu yang pernah ibuk posting di FB perihal ini. InshaaAllah akan ditulis ulang di blog ini agar bisa dibaca juga secara umum tanpa perlu masuk ke akun FB.