Jumat, 17 April 2026

Mengenalkan Huruf Braille

Bismillah,.

Satu pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan para orangtua dengan anak gangguan penglihatan, terutama yang menyandang kebutaan total/ totally blind adalah,

 'Kapan anak mulai dikenalkan huruf braille' ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ibuk mo mengajak teman-teman memutar waktu dimasa kecil dahulu.

1.      Sebelum kita dahulu bisa mengenal huruf, bisa baca tulis, pastinya orangtua kita sudah lebh dahulu bisa membaca menulis

2.      Dimasa kita kecil belum bisa baca, pasti kita sudah terbiasa melihat taburan huruf huruf kan yaaaa. Saat menonton televise misalnya pasti kita melihat tebaran huruf. kemudian kita pergi keluar rumah kita juga melihat banyak berbagai huruf, ada nama toko, ada nama restoran, ada baliho iklan yang besar, dan lain-lain.

 


keterangan foto : ada 6 foto tulisan pada iklan baliho, papan nama toko, nama mesjid, tulisan di televisi


Jadi walaupun dimasa kecil kita belum bisa baca, kita dikelilingi oleh banyak taburan huruf dimana-mana.

 

Dari 2 hal sederhana atas kita bisa mulai menjawab pertanyaan utama: kapan anak mulai dikenalkan huruf Braille?

 Dengan ibuk melontarkan sebuah pertanyaan kepada teman-teman yang saat ini sedang berperan sebagai orangtua dengan anak yang mengalami gangguan penglihatan

 'Kapan ibu dan bapak mau dan siap memulai belajar menulis dan membaca braille'

Lhoooo kok orangtuanya? Kan yang buta yang tunanetra anaknya. Ya. Sebelum anak bisa baca tulis Braille, maka orangtuanya dululah yang mulai belajar.

Dengan orangtua mau dan siap belajar, maka sejak saat itulah anak akan mulai mengenal huruf Braille. Ajang latihan menulis, orangtua bisa mulai dengan menempelkan banyak huruf huruf Braille dimana-mana di lingkungan keseharian anak. Jadi anak tidak langsung belajar baca dan menulis tetapi menabur mengenalkan huruf Braille sejauh jemari anak bisa menjangkau.



keterangan foto : ada 4 foto tulisan huruf braille di kulkas, lemari, pintu dan alat alat makan


Anak memegang botol minumnya, ada huruf huruf Braille disana

Anak sedang minum dari gelas, ada tulisan Braille digelas yang dipegang

Saat anak bermain dengan berbagai mainan yang dimiliki, bisa meraba ada huruf huruf Braille disana.

Hanya dikenalkan, tanpa ada tuntutan harus bisa membacanya.


keterangan foto : foto balqiz kecil sedang meraba huruf braille yang tertempel di pintu


Sampai sini bisa dipahami yaaaa teman-teman tahapan awal dalam mengenalkan huruf-huruf braillenya kepada anak-anak. Jadi terjawab sudah yaaa teman-teman. Dan gentian sekarang ibuk yang nanya

 

Sudah siapkah teman-teman mulai belajar menulis dan membaca Braille?

Jika sudah siap, kapan mau memulainya?

Ditunggu jawabannya.



#AnakBerkebutuhanKhusus

#AnakTunanetra
#Braille
#BelajarHurufBraille
#BacaTulisBraille

#TunanetraPastiBisa

 

Selasa, 21 Oktober 2025

Perbedaan Anatomi Mata Bayi Prematur dan Bayi Cukup Bulan

 

Selamat pagi teman-teman, ada banyak pertanyaan ditujukan kepada ibuk, terkait kenapa sih harus dilakukan skrining/ pemeriksaan mata pada bayi lahir prematu. Sebagai pengantar, ibuk kembali mengingatkan juga bahwa secara umum terlahir prematur memang secara keseluruhan organ tubuhnya belum siap/ matur untuk dilahirkan, termasuk pada organ mata. Yuk, kita bahas yaaaa

 

Perbedaan Anatomi Mata Bayi Prematur dan Bayi Cukup Bulan


 




1. Struktur Umum Mata Bayi

Mata bayi baru lahir belum berkembang sempurna. Baik bayi prematur maupun cukup bulan memiliki struktur dasar yang sama, yaitu kornea, iris, lensa, retina, dan saraf optik. Namun, tingkat kematangan dan fungsi setiap bagian berbeda tergantung pada usia kehamilan saat lahir.

 

2. Lensa Mata

Bayi Cukup Bulan: Lensa sudah relatif matang, memiliki struktur transparan yang lebih stabil, dan ketebalan normal. Fokus visual mulai bekerja, meski penglihatan masih buram.

 

Bayi Prematur: Lensa lebih tebal dan lunak karena belum sepenuhnya mengalami proses maturasi. Perkembangan serat-serat lensa belum lengkap, sehingga kemampuan fokus dan transmisi cahaya masih rendah.

 

3. Retina dan Makula

Bayi Cukup Bulan: Retina sudah hampir sepenuhnya terbentuk. Pembuluh darah retina sudah mencapai perifer, dan makula (pusat penglihatan tajam) mulai berfungsi.

 

Bayi Prematur: Retina belum berkembang sempurna. Pembuluh darah belum mencapai tepi retina, berisiko mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang bisa menyebabkan kebutaan.

 

 

4. Kornea dan Sklera

Bayi Cukup Bulan: Kornea lebih jernih dan sklera (bagian putih mata) lebih kuat.

 

Bayi Prematur: Kornea tampak sedikit lebih buram karena kadar air tinggi, dan sklera masih lunak.

 

 

5. Ukuran Bola Mata

Bayi Cukup Bulan: Diameter anteroposterior (depan–belakang) sekitar 16–17 mm.

 

Bayi Prematur: Ukuran bola mata lebih kecil, sekitar 14–15 mm, dan akan terus berkembang setelah lahir.

 

 

6. Perkembangan Fungsional penglihatan saat lahir

Bayi Cukup Bulan: Dapat merespons cahaya dan mulai fokus pada objek dalam jarak 20–30 cm.

 

Bayi Prematur: Respon terhadap cahaya lebih lambat dan refleks pupil belum sempurna.

 

 ---

 

Kesimpulan: Perbedaan utama antara bayi prematur dan cukup bulan terletak pada tingkat kematangan struktur mata, terutama lensa dan retina. Pemantauan rutin oleh dokter mata sub spesialis mata anak penting untuk mencegah komplikasi seperti Retinopathy of Prematurity (ROP) yang dapat menyebabkan KEBUTAAN PERMANEN pada bayi prematur.

 

Sebab itu wajib dilakukan skrining awal tepat waktu pada bayi prematur yakni diusia 4 minggu sebagai bentuk pencegahan. Dan selanjutnya pemeriksaan rutin minimal setahun sekali juga tetap dilakukan sebagai kewaspadaan atas gangguan kesehatan mata yang bisa terjadi, seperti lazy eye, myopa/ minus, plus, silinder, strabismus/ juling, atau kondisi-kondisi gangguan lainnya.

 

Akhir kata, pastikan

Skrining ROP tepat waktu (mulai usia 4minggu dan diperiksa ulang per2 minggu hingga dinyatakan mature) kemudian lanjut dengan periksa mata secara berkala menimal setahun sekali

 

#Skrining
#SkriningROP
#Prematur
#PrematureIndonesia

Rabu, 20 Agustus 2025

PAPAN TULIS BRAILLE atau PANTULE

 

Bismillah,

Apa kabar teman-teman? Semoga tetap sehat dan semangat ya

Ibu mau memperkenalkan alat bantu belajar Braille, yakni papan tulis Braille atau yang lebih sering disebut dengan pantule.





Biasanya terbuat dari kayu, dan ada laci kecil dibagian bawah papannya sebagai tempat penyimpanan butir paku. Di atas papan sudah terpola beberapa kolom, dan setiap kolomnya ada lubang-lubang sesuai dengan titik Braille. Yakni titik 1-2-3-4-5-6.

Cara penggunaannya menggunakan butir paku yang dimasukkan ke dalam lubang pada papan dan membentuk huruf Braille. Dalam proses memasukkan butir-butir paku ke dalam lubang, ini memerlukan ketrampilan motorik halus anak. Tidak sulit, bisa dilakukan oleh anak-anak dengan baik, kuncinya rutin berlatih.


Dalam penggunaan pantule ini, ibuk sarankan selalu damping anak dan awasi dengan baik. Disebabkan butiran paku ini bisa saja dimasukkan ke dalam mulut, hidung atau telinga anak. Kita tahu bersama, anak-anak seringkali punya rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi, jadi menghindari hal yang tidak diinginkan, tetap awasi dan dampingi anak.




Catatan :
- foto menampilkan papan tulis Braille/ pantule dengan posisi laci terbuka dan menampakkan butiran paku yang terbungkus plastik. Di atas papan pantule tersusun paku-paku tersebut membentuk kata di baris pertama Balqiz, dan di baris kedua Alifah
- video menampilkan peragaan penggunaan pantule

-Jika berminat, bisa kontak ibuk mima

.

.


#AnakTunanetra

#PeduliAbk
#PeduliAbkTunanetra
#BelajarBacaTulisBraille
#AlatBantuBelajarBraille
#Pantule
#PapanTulisBraille

Selasa, 19 Agustus 2025

Memetik Sayur

Kegiatan fungsional

Memetik sayur
.
.
Memetik sayur bisa menjadi salah satu stimulasi motorik halus yang fungsional. Mulai dari mengambil batang sayur, kemudian gerakan memetik, meletakkan hasil petikan pada mangkok/ baskom dan memisahkan meletakkan batang sayur sebagai bagian dari sampah. Mencuci hasil petikan dan berlanjut kepada kegiatan memasak dan makan.
.
.
Di saat memetik bisa belajar juga tentang besar kecil helaian daun, panjang pendek batang sayur. Lebih luas lagi anak paham atas konsep bahwa untuk bisa menikmati sebuah hidangan ada proses yang harus dilewati. Tidak simsalabim hidangan tersedia.
.
.
Kenapa disebut sebagai kegiatan fungsional, saat melakukan kegiatan tidak terasa kesan ‘belajar’nya. Memetik sayur bisa disebut sebagai kegiatan rutin harian yang dilakukan, namun tanpa terasa ternyata di dalam kegiatan ini sudah terstimulasi fungsi motorik halusnya. Dan akhir kegiatan memiliki sesuatu yang bisa dinikmati.
.
.
Stimulasi motorik halus ini kelak akan berfungsi sebagai pondasi kemampuan anak belajar, sebagai modal dasar untuk bisa membaca dan menulis braille.
.
.



Keterangan video :

Sabtu, 16 Agustus 2025

KATARAK BAWAAN ATAU KONGENITAL


Bismillah,

Beberapa kali mendapat cerita dari orangtua, diawal diagnosa mata anak-anak mereka adalah Katarak Konginetal. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan juga, apakah katarak konginetal itu? Dan kenapa ROP stage 5 bisa diduga sebagai katarak konginetal?

 

Di awal diagnosa, karena keterbatasan alat, seringkali ROP stage 5 yang telah mengalami ablasio/ pelepasan retina akan memiliki ciri kekeruhan pada pupil, pupil berubah menjadi abu-abu cenderung putih. Sama dengan ciri khas pada kondisi katarak konginetal, inilah yang menjadi dasar kenapa ROP stage 5 dicurigai sebagai katarak konginetal. 

 

Katarak kongenital adalah jenis katarak bawaan yang sudah ada sejak lahir atau berkembang dalam tahun pertama kehidupan. Lensa mata yang keruh membuat cahaya sulit mencapai retina, sehingga penglihatan bayi menjadi kabur atau terganggu. Jika katarak ini tak terdeteksi saat bayi, ada risiko kehilangan penglihatan seiring dengan bertambahnya usia. Katarak bawaan dapat muncul tanpa penyebab pasti, beberapa kasus dapat disebabkan oleh faktor genetic, kelainan kromosom,  tapi paling sering ditemui berkaitan dengan penyakit infeksi saat kehamilan, seperti rubela.


Katarak kongenital mempengaruhi perkembangan normal lensa mata pada bayi, sehingga mengganggu penglihatan mereka sejak dini. Gejala yang mungkin timbul meliputi penglihatan kabur, mata yang putih atau keruh, atau ketidakmampuan bayi untuk melihat objek dengan jelas. 


Tata laksana  penyembuhan katarak konginetal adalah dengan operasi. Dalam prosedurnya, dokter akan membersihkan lensa atau mengangkat lensa mata yang keruh dan mengganti lensa mata buatan agar penglihatan pasien katarak menjadi lebih baik. Biasanya kelak tetap memerlukan alat bantu kacamata untuk perbaikan fungsi penglihatannya. Perlu tindak lanjut assesmen fungsi penglihatan secara berkala untuk memantau serta memberikan alat bantu yang tepat.


Katarak konginetal bisa dialami oleh siapa saja, tidak terbatas disebabkan oleh kelahiran premature. Sebab itu penting dilakukan skrining/ pemeriksaan sesuai dengan prosedur serta alat yang tepat oleh dokter mata sub spesialis mata anak (pediatric opthalmolog). Untuk bayi terlahir premature ( < 37 minggu) pemeriksaan pertama paling lambat usia 4minggu, untuk bayi lahir cukup bulan pemeriksaan pertama sebelum usia 6 bulan.


Ayo skrining!

Jangan abaikan pentingnya skrining. Apabila belum/ tidak mendapat saran skrining dari dokter/ rumah sakit, skrining bisa dilakukan secara mandiri. Yuk jaga masa depan kesehatan mata anak-anak kita.

.

.

 


 keterangan foto : 

foto kiri ilustrasi mata dengan lensa normal, foto kanan ilustrasi mata dengan lensa katarak



Catatan :

sumber tulisan disarikan dari beberapa sumber/ jurnal resmi

sumber foto diambil dari google


 

#PeduliKesehatanMata
#KatarakKonginetal

#AyoSkrining