Kamis, 16 November 2017

Balqiz Baika Utami



Halooooo
Jumpa lagi bersama aku, balqiz. Yaaaaaaa ini akuu balqiz baika utami. Iniii gegara ibuk aku lupa password blog dan sebuah kondisi lain* (dibaca : malas) akhirnya dah lama deh gak ada cerita tentang aku. Jadilah banyak sekali momen yang tidak terdokumentasikan. Tidak sempat diceritain. Padal.. cerita tentang aku banyak sekali hebohnya lho






sekarang aku sudah besar, aku sudah 12tahun. Saat ini aku sudah kelas 6 sd. Masih bersekolah di SLB A Pembina DKI Jakarta di Lebak bulus Jakarta Selatan. Lagi konsen belajar giat buat persiapan ujian sekolah dan ujian nasional nanti. Doain yaaaa aku bisa lewati dengan baik dan bisa mendapat nilai yang bisa menjadi bekal aku meneruskan sekolah ke tingkat pendidikan menengah.

yang baru kenal aku, aku cerita lagi yaaaaa tentang diriku
terlahir premature kembar 3 di usia kandungan 30 minggu dengan berat badan lahir rendah 920gr menjadikan sebuah kondisi yang rentan mengalami Retinopathy Of Prematurity (ROP). Sebuah kondisi dimana berkembangnya jaringan tidak normal pada retina karena kelahiran premature. Sebab itu. Salah satu skrining wajib yang dilakukan pada bayi terlahir premature adalah skrining ROP. Nanti kapan kapan dibuatkan tulisan tersendiri tentang proses skrining ini ya.

Alhamdulillah seiring waktu kemampuan baca tulisku dengan braille sudah berkembang baik. Dan aku juga sudah pandai penggunakan tongkat sebagai alat bantu dalam mobilitas. Aku juga sudah bisa berinteraksi dengan dunia maya setelah belajar computer dengan bantuan pembaca layar. Ntar deh satu satu Inshaa Allah diceritain lagi sama ibuk yaaaaa





saat ini ibuk aku sok sibuk banget, banyak mendampingi para orangtua lain yang juga memiliki anak anak dengan gangguan penglihatan seperti aku. semoga ibuk sehat selalu. dan semoga juga orangtua lain juga punya semangat yang tinggi dalam mendampingi anak anaknya yang memiliki kondisi ganguan penglihatan.




Tunanetra Saat Menangis Apakah Mengeluarkan Airmata?



Ibuk seringkali mendapat pertanyaan, apakah tunanetra saat menangis mengeluarkan airmata?

Jawabannya. Iya.


Menangis bisa disebabkan karena sedih, namun bisa juga disebabkan oleh rasa gembira. menangis biasanya adalah luapan dari emosi seseorang.


Berikut adalah penjelasan mengenai proses terbentuknya air mata :
1.      Proses pembentukan air mata disebut juga dengan proses lakrimasi. Bahasa lakrimasi diambil dari bahasa latin lacrima yang berarti air mata.
2.      Sistem lakrimal akan menjaga supaya kondisi di mata tetap lembab. Produksi air mata sendiri bertujuan untuk memberikan pelumas alami pada mata beserta mengencerkan dan membasuh partikel-partikel asing yang masuk ke dalam mata.
3.      Dalam proses pembentukannya terdapat dua macam air mata yang akan dihasilkan, yaitu air mata pelumas, yang mengandung air, lemak, dan mukosa, dan air mata aqueus, yang hanya mengandung air sebagai respon dari luapan emosi (menangis) dan iritasi.
4.      Kelenjar air mata dengan nama ilmiah lacrima gland yang terletak di sudut bagian atas mata, tepatnya pada bagian antara kelopak mata dan alis akan secara rutin menyebarkan cairan yang membasahi mata setiap adanya kedipan. Kelenjar inilah yang menjadi produsen pembuat air mata. Meskipun ukurannya kecil seperti buah kenari, tetapi organ inilah yang nantinya akan menyemprotkan aliran air mata.
5.      Air mata muncul melalui saluran keluar yang berada di sudut luar mata kita. Saat mata kita berkedip sehingga lacrima gland menyebarkan air mata ke semua bagian bagian mata
6.      kemudian air mata akan mengalir melalui lubang di sudut dalam mata melewati saluran lain, untuk berlanjut menuju bidang di belakang hidung (tempat air mata akan diserap oleh tubuh).

Jadi jelas ya, produksi airmata tidak berhubungan langsung dengan kondisi ketunanetraan seseorang.


keterangan foto : balqiz menangis dan ada lelehan air mata dipipinya


Jika ada anak tunanetra yang saat menangis tidak mengeluarkan airmata, 
jawabannya cuma 2 :

1. ada gangguan sumbatan pada saluran air matanya
2. menangis karena caper, cari perhatian, alias pura pura  😀








Rabu, 15 November 2017

Asesmen Penglihatan



Asesmen Penglihatan
oleh Weningsih (Educational Specialist – Perkins International Asia/ Pacific Program)

1.   Asesmen diagnosa dilakukan oleh dokter mata untuk mengetahui jenis kerusakan mata, factor penyebab serta tindakan medis yang dilakukan. Dokter mata juga akan menjelaskan apakah kondisi penglihatan statis (menetap) atau progresif (berubah).

2.     Asesmen klinis dilakukan dengan alat bantu/ tes penglihatan untuk menentukan alat bantu yang dapat digunakan (biasanya dilakukan oleh optotris). Misalnya kacamata, lop atau magnifier yang membantu anak low vision untuk melihat jarak jauh atau dekat.

3.     Asesmen fungsional penglihatan dilakukan untuk anak low vision, guna mengetahui ketajaman penglihatan, jarak pandang, luas pandang, kepekaan terhadap cahaya serta kontras. Ini dapat dilakukan oleh orang tua, guru, ataupun orang-orang dekat yang sering bersama dengan anak. Lakukan pengamatan pada anak sehari-hari ketika ia bermain, berjalan, menemukan benda (mainan/ makanan) dan lain-lain.

Catat penemuan tersebut karena akan menjadi informasi penting yang dapat digunakan untuk mengajari anak dalam memanfaatkan sisa penglihatan tersebut. Ini dilakukan secara informal dan berkelanjutan.

a)      Jarak pandang : seberapa jauh anak dapat melihat benda atau sesuatu.
Jarak pandang dibagi 2,
                    i.            Jarak jauh untuk melihat obyek dengan jarak tertentu. Ini berguna apabila kita melihat orang, menemukan benda, berjalan,menonton TV, dll.
                  ii.            Jarak dekat kita gunakan saat kita membaca buku atau tulisan di screen HP atau         computer misalnya.
·   Berapa jauh anak dapat menemukan mainan, mengenali orang (tanpa bersuara)
·   Berapa besar ukuran benda yg dapat dilihat anak dan berapa jauh jaraknya?

b)      Ketajaman penglihatan: adalah seberapa jernih penglihatan kita, kaburkah, berbayang, apakah mampu melihat detail obyek, mampukan mengenali wajah orang dari jarak tertentu, mampukan menemukan benda tertentu di antara benda yang lain, dll
·   Benda apa yg dapat diidentifikasi anak secara detail?

c)      Luas pandang: adalah bagian manakah dari mata yang masih berfungsi atau hilang. Apakah kehilangannya di sebelah atas, bawah, kanan, kiri, tengah… apakah mungkin penglihatannya seperti spot-spot di seluruh area.
·   Perhatikan posisi tubuh dan posisi kepala anak saat berjalan
·   Perhatikan posisi tubuh dan posisi kepala anak saat melihat benda tertentu?
-          Misalnya, anak memiringkan kepala ke kiri saat mengambil benda tertentu
-          Misalnya, anak menabrak benda yg ada di bawah lutut, tetapi mengetahui mainan yg menggantung
-          Misalnya, saat berjalan kepala cenderung menengadah
-          dll

d)      Kontras : untuk mengetahui warna apa yang mampu di kenali, seberapa kontras warna yg diperlukan untuk mengenali suatu benda; background warna seperti apa yang mempermudah anak untuk menggunakan sisa penglihatannya.
-          Lihat, benda dengan warna apa saja yg mudah ditemukan dan yg sulit
-          Kombinasi kontras apa saja yg mempermudah untuk dia melihat,. Dll

e)      Kepekaan terhadap cahaya : bagaimana reaksi mata saat berada di tempat dengan pencahayaan tinggi/ rendah/ dalam dan luar ruangan.
-          Apakah anak cenderung menyipitkan mata saat berada di luar ruangan atau pencahayaan tinggi?
-          Bagaimana reaksi atau perilaku penglihatan jika berada di dalam ruangan, dll

Assesmen fungsional sangat berguna bagi anak untuk membantu proses belajar dan menggunakan penglihatannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga guru maupun orang tua dapat memanfaatkan dengan optimal. Setiap sisa penglihatan yang ada sangat penting bagi anak sehingga kita perlu ketahui dan optimalkan.

Asesmen fungsional dapat dilakukan oleh guru khusus dengan training tentang asesmen ini, sayangnya di Indonesia meskipun guru PLB dari ketunanetraan belum tentu mengetahui cara melakukan asesmen ini. Orang tua dapat menjadi tim penting untuk melihat bagaimana perilaku penglihatan anak di rumah sehari-hari. Maka asesmen penglihatan fungsional dilakukan oleh pendidik atau asesor beserta dengan orang-orang yang mengetahui anak sehari-hari.

Tidak ada alat baku yang digunakan tetapi melalui proses yang panjang dan cukup rumit.
Catatan penting ini dilakukan untuk anak yg didiagnosa low vision oleh dokter mata atau orang tua melihat anak masih memiliki respon penglihatan.

Note :
tulisan ini ditulis oleh weningsih dan disampaikan pada forum baby community