Kamis, 12 Juni 2008

peldi@waterboom

hari rabu, 11/6, unit PelDi (Pelayanan Dini) SLB Dwi Tuna Rawinala ngadain berenang bareng ke waterboom cikarang. udah dari seminggu sebelumnya dirembukin ma para mama dan juga pihak kelas PelDi. awalnya pengen ke Eldorado-Kota Legenda, Cibubur (kalo jadi kesana, dah niat mo nebeng maksi di rumah Daffa,.. hehehehe) tapi akhirnya suara terbanyak milih ke waterboom. wes dimana saja gak masalah, yang penting anak-anak bisa happy dan enjoy.

Akhirnya, waterboom I am coming!! karena bunda berangkat lengkap dengan rombongan sirkus, jadi bunda udah bilang kalo gak ikutan ngumpul di sekolah tapi langsung menuju waterboom, ketemu disana aja. sempet rada ribet saat menjelang keberangkatan gara-gara kura-kura yang ilang.. hiks,..

jam 08.30 semua rombongan udah ngumpul dan Alhamdulillah, surat yang sudah kita kirimkan beberapa hari sebelumnya ternyata mendapat respon sangat baik dari pihak waterboom, dapat diskon 50% wow.... asyik kan!! (mayan banget kan menghemat nya, duh dasar emak-emak ya).

segeralah mencari tempat buat duduk dan menggelar tikar bawaan langsung deh segera menceburkan diri masing-masing,.. see dimana-mana mah yang namanya anak-anak sama saja, tidak ada bedanya. kalau sudah ketemu air, berenang, nyebur, pasti seneng dan bisa enjoy. ada komentar yang agak mengusik hati bunda, dari seorang ibu pengunjung, "ternyata sama aja ya bu, anak-anak keik begitu, seneng maen air, tapii kok bisa ya mereka berenang,..". rasanya terapi air adalah sebuah bentuk terapi yang menyenangkan bagi semua anak-anak.

bahkan balqiz yang awalnya nangis-nangis saat dibawa turun kedalam air oleh bu ririn, pada akhirnya bisa enjoy dan menikmati bahkan sambil nyanyi-nyanyi pula, semua lagi yang dikuasai dinyanyikan... hehehehe, makasih ya bu ririn!! teman teman yang lain juga seru maen air, walo ada juga yang sedang bad mood keik raihan dan lucky. gpp, wajar kalo bad mood karena suasana kolam memang ramai ya. besok besok pasti bisa ikutan enjoy.

biar bibir udah biru dan badan gemetaran tetep aja main air dengan suka ria, sempat jeda, buat makan, setelah itu? anak-anak mah balik lagi terjun ke air. whuaaaa senangnya!!




Jumat, 06 Juni 2008

pramuka; tenda vs camping

teringat saat bunda dahulu saat masih menjadi anak sekolah dan mengikuti kegiatan Pramuka disekolah. saat-saat yang selalu dinanti adalah saat camping dan menginap di dalam tenda. whuaaa senangnya....

gimana dengan balqiz? hehehehe...... jadi, pas hari Kamis (5/6) pas balqiz skolah, bunda dapat informasi dari bu Ndari guru kelasnya balqiz, kalo besok, hari Jumat (6/6) mau ada kegiatan Pramuka di sekolah. Jadi seluruh siswa diharap hadir buat berpartisipasi dalam kegiatan Pramuka ini. Jadi konsepnya adalah pengenalan tenda dan camping. Seneng seh...... cuma mikir lagi, ada gag ya seragam Pramuka buat ukuran balqiz ???? Alhasil sepulang sekolah, hunting deh baju seragam Pramuka di pasar Pondok Gede. Dapet seh........ tapi pas dicobain ke Balqiz, ya gitu deh..... masih kedodoran juga, pas banget ada tukang permak lewat depan rumah. ya udah dipermak dikit sana sini... simsalabim, taraaaaaaaaa inilah balqiz dengan kostum seragam Pramukanya.... (kok tetep kegedean yak?)



pas bangun tidur subuh-subuh yang pertama bunda langsung cek adalah.... baju seragam balqiz dah kering belum? hehehehe..... setelah dipermak, langsung dicuci kilat. Alhamdulillah kering tuh seragam segera diseterika. nah... bagian yang paling susah adalah mbangunin balqiz. lagi punya kebiasaan bangun siang.... trus ditambah jam sekolahnya juga siang, jadi kalo ada kegiatan pagi keik begini ini yang rada repot...... masalahnya adalah kalo pas bangun dia bete kan jadi bete seharian deh.... smalam seh pas sebelum tidur bunda udah kasih tahu kalo balqiz hari ini harus bangun pagi karena ada kegiatan di sekolah. Alhamdulillah, pas jam 06.30 wib, balqiz dah bangun sendiri. segera deh siap-siap....

Kegiatan Pramuka dimulai dengan pembagian kelompok dan upacara apel bendera. lanjut dengan pemasangan tenda... hehehehe... yang masang mah tetep aja para guru, siswanya heboh sendiri soale,. lanjut bermain di dalam tenda. whuaaa seneng banget pas mereka sudah pada masuk tenda...
Kalau liat jadwal rangkaian acaranya mpe sore, tapi bunda udah sepakat dengan bu guru balqiz, kalo kita liat gimana kondisi balqiz. kalo misalkan dia udah kliatan capek, bete, udah gag enjoy lagi, balqiz boleh pulang. Awalnya memang balqiz sempet rewel,. tapi bunda liat dia sebenarnya rewel karena dia ngerasa jengkel kesal bukan dipegang oleh bu Ndari, bu guru yang mbimbing balqiz dikelas, jadi sempat bunda liat balqiz berganti ganti dipegang oleh beberapa guru. dan kemudian..... satu lagi yang bikin dia kesal, karena banyak yang nowel dan ciumin dia karena gemas melihat balqiz pakai seragam, dimaklumi deh soale lucu banget emang pas balqiz pake seragam itu.


Tapi pas balqiz dah dipegang lagi sama bu Ndari, lantas dikasih mainan dan ada kipas angin didekatnya (camping moderen ada kipas anginnya di tenda,... hehehehe) balqiz bisa anteng dan enjoy. Walopun pada akhirnya nyerah juga pas jam 11an. pulang duluan.




Lantas para ibu ibu pengantar gimana? hehehehe... gag mau kalah dong!! camping juga. nggelar tikar di garasi dan mengeluarkan juga perbekalan yang dibawa dari rumah.... whuaaa seru dan ramenya sarapan (makan siang kepagian?) bareng. lanjut dengan belanja di gerobaknya si Iwan!!





Kamis, 05 Juni 2008

PERAN ORANGTUA TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN TUNANETRA GANDA

Oleh: Primaningrum A. Rustam, SKom


Kebutuhan akan pendidikan adalah hak azasi dari setiap insan di dunia ini. Tidak terkecuali bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Idealnya dunia anak-anak hanyalah bermain dan belajar, tanpa lagi dibebani oleh berbagai hal. Anak-anak dengan kebutuhan khusus tetap adalah anak-anak. Sehingga dunia mereka pun tidak jauh dari bermain dan belajar.

Buat masyarakat “awam”, masyarakat “normal” atau masyarakat “sempurna” pemberian hak “pendidikan” kepada anak-anak mereka mungkin saat ini sudah memiliki pakem sendiri. Dimana usia sekian masuk TK, usia sekian masuk SD, dan seterusnya. Semuanya sudah berjalan sesuai dengan rel dan semestinya.

Nah bagaimana dengan para orangtua yang memiliki anak-anak dengan kebutuhan khusus? Disinilah letak peran serta orangtua yang porsinya lebih besar, daripada porsi orangtua dengan anak-anak tanpa kebutuhan khusus.

Beberapa tahapan yang biasanya dilalui oleh orangtua sebelum berada pada pemenuhan akan kebutuhan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

TAHAP KEBESARAN HATI

Hal yang manusiawi sekali bila setiap orangtua berkeinginan memiliki buah hati yang sehat walafiat, tanpa satu kekurangan apapun. Bahasa awamnya adalah memiliki anak yang “normal”, anak yang “sempurna”.

Sehingga jika orangtua yang diberi anugerah anak yang memiliki kebutuhan khusus. Pastilah perang batin, beribu andai, beribu pertanyaan, perasaan bersalah dan sebagainya berkecamuk. Disinilah diperlukannya kebesaran hati untuk ikhlas menerima anugrah Tuhan YME.

TAHAP PENGOBATAN

Sebagian besar orangtua banyak juga yang melewati tahapan ini. Upaya pengobatan sudah pasti akan diupayakan. Dari sisi medis hingga sisi non medis atau biasa disebut pengobatan alternatif.

Disinilah terkadang beberapa orangtua terlena. Terlalu fokus kepada upaya pengobatan tersebut.

TAHAP KESADARAN

Biasanya barulah kemudian orangtua berada pada sebuah tahapan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anaknya yang memiliki kebutuhan khusus.

Tahapan-tahapan itu berbeda masanya pada tiap orangtua. Ada yang cepat sekali melewatinya, tetapi ada yang lambat melewatinya, bahkan beberapa kasus orangtua mengabaikan semua hal dan memilih bersikap apatis.

Cepat atau lambatnya orangtua melewati tahapan tersebut, banyak berdampak kepada tumbuh kembang anak juga dalam hal pemenuhan hak anak dalam pendidikan.

Beberapa kasus, karena lambatnya dari tahapan yang dilalui oleh orangtua, berdampak kepada “kecacatan sekunder” yang tidah harus terjadi. Bisa dimisalkan seperti, pada anak tunanetra, konsep “berjalan” tidak dimiliki dengan begitu saja. Anak tidak bisa melihat contoh dari “berjalan” itu apa. Keterlambatan penanganan dari orangtua, bisa berakibat anak lambat berjalan atau tidak bisa berjalan. Contoh kasus lain yang dialami oleh anak saya, pada usia 4 bulan balqiz menjalani pemeriksaan pada telinganya dan divonis menderita ketulian pada telinga kiri. Sehingga selain tunanetra balqiz juga dinyatakan tuli, sehingga diperlukan memakai alat bantu dengar. Tidak berhenti pada vonis tersebut, saya mengupayakan terapi musical. Diseluruh penjuru rumah saya memasang musik, sehingga kemana saja balqiz bergerak, dia berada dalam lingkungan “bersuara”. Alhamdulillah setahun kemudian, rupanya efek dari terapi tersebut membuahkan hasil, dan pendengaran balqiz dinyatakan normal.

Memiliki seorang anak tunanetra, memang membuat diri saya memaksa otak bekerja keras untuk memperolah sebanyak mungkin informasi sebanyak mungkin ilmu untuk membukakan jalan bagi anak. Minimnya buku panduan, minimnya sharing orangtua yang dipublikasikan membuat saya agak kesulitan. Sehingga hingga saat ini saya masih trial dan error dalam mendampingi anak saya, balqiz.

Saya berpendapat, sedini mungkin anak berkebutuhan khusus memperoleh pendidikan, akan banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari si anak. Terlebih dengan kondisi ketunaan ganda. Disatu sisi minimnya pengetahuan orangtua mengenai penanganan dan pendidikan si anak. Di satu sisi dengan orangtua belajar bersama-sama dengan anak dalam bimbingan guru di sekolah luar biasa, diharapkan memacu semangat dan kreatifitas orangtua dalam proses pembelajaran lanjutan dirumah.

Disinilah terkadang kendala terjadi. Orangtua menganggap sudah menyerahkan bimbingan anaknya kepada para guru disekolah, sehingga merasa hal itu sudah cukup dilakukan. Merasa bahwa segala sesuatunya bisa dilakukan oleh guru disekolah.

Peran orangtua sangat penting dalam segala proses belajar mengajar. Tidak hanya di rumah, tetapi juga di sekolah. Diperlukan juga komunikasi dua arah yang berkesinambungan sehingga kendala-kendala yang terjadi dirumah maupun disekolah bisa didiskusikan bersama dan dicarikan solusi yang terbaik buat penanganan anak selanjutnya.

Dan seharusnya pula, proses belajar mengajar tidak berhenti hanya di sekolah, dimana begitu sampai dirumah, anak tidak belajar dan orangtua pun tidak mewajibkan, karena sang orangtua merasa bahwa sudah cukup apa yang dipelajarin disekolah.

Untuk mendukung proses belajar mengajar ini, dengan kondisi anak tunanetra, orangtua juga harus belajar membaca tulis braille. Atau dengan kondisi anak tunarungu orangtua juga harus belajar bahasa isyarat. Dengan kondisi anak yang tunanetra ganda memang harus lebih ekstra lagi dalam proses belajar mengajar ini bagi orangtua. Dimana memang diperlukan banyak kerjasama dengan banyak pihak. Tentunya selain dengan guru, juga dengan terapis yang menangani anak.

Beberapa kasus pada teman-teman orangtua, saya menemui orangtua enggan belajar braille atau orangtua enggan belajar bahasa isyarat. Sehingga proses belajar mengajar akan terhenti saat dirumah. Kondisi seperti itu, sebenarnya secara tidak langsung membuat anak merasa frustasi/ patah arang jika berada dirumah. Dikarenakan dia dirumah tetapi tidak merasa berada dirumah. Dikarenakan merasa tidak bisa berkomunikasi dengan orangtua/ saudaranya.

Contoh kasus, dengan kondisi Balqiz yang tunanetra dan sempat menderita ketulian, saya memang harus belajar baca tulis braille, walaupun saya belum terlalu lancar juga tetapi saya memaksa seluruh orang didalam rumah agar bisa minimal membaca braille. Jadi dari saya, ayah Balqiz, hingga asisten dirumah pun beramai-ramai belajar braille. Dan banyak tempat juga yang saya tempelin dengan huruf-huruf braille. Sehingga Balqiz bisa mengetahui nama benda yang sedang dipegang sekaligus dia mengetahui ejaan dari barang tersebut. Dan karena sudah terbiasa dengan berbagai terapi musik yang diberikan, Balqiz punya ketertarikan yang cukup besar dengan nyanyian. Cukup banyak lagu anak-anak yang dikuasai.

Saya belum merasa sebagai orangtua yang sempurna, orangtua yang baik bagi anak saya, dan saya juga belum merasa mumpuni dalam menangani anak tunanetra. Saya sendiri masih dalam taraf belajar. Belajar bersama-sama Balqiz, masih trial & error juga dalam segala hal guna membuka jalan bagi masa depan Balqiz.

Tetap Berpikir positif salah satu kunci keberhasilan. Jangan pertanyakan apa yang tidak bisa dilakukan, tetapi lihat apa yang sudah bisa dilakukan***



makalah ini dibawakan dalam seminar dan lokakarya nasional "Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Tunanetra Ganda Dalam Mewujudkan Pendidikan Untuk Semua Tahun 2015" kerjasama ICEVI dan Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Rabu 28 Mei 2008


Sabtu, 31 Mei 2008

bunda @ seminar & tabloid

berawal dari sebuah sms yang bunda terima Sabtu (24 mei 2008) dari Efa, reporter tabloid Mom&Kiddie yang mengetahui data bunda dari Ibu Aria, Humas Yayasan Mitranetra, tertarik akan profil bunda dan balqiz, maka janjianlah mbak Efa untuk datang kerumah bunda. Tidak memakan waktu lama mbak Efa segera datang menemui bunda dan meminta bunda guna bercerita tentang perjalanan hidup bunda dan balqiz.

Alhamdulillah. Semoga kisah bunda dan balqiz ini bisa memberi dorongan dan semangad bagi para orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Insya Allah juga publikasi cerita bunda dan balqiz ini memberikan barokah buat bunda sekeluarga. Amien. Sok atuh para sahabat segera beli ya..... tabloid Mom&Kiddie edisi 21 (2-15 juni 2008), jangan ketinggalan nti keabisan nyesel loh......



dan, Alhamdulillah juga hari Rabu (28 mei 2008) kemaren bunda juga sudah menunaikan tugas yang dipercayakan kepada bunda jauh-jauh hari. Yakni sebagai salah satu narasumber pada Seminar dan Lokakarya Nasional "Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Tunanetra Ganda Dalam Mewujudkan Pendidikan Untuk Semua Tahun 2015" diselenggarakan oleh ICEVI dan Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Diknas yang berlangsung selama 3 hari, 27-29 mei 2008.

Sebuah kehormatan bagi bunda bisa dipercaya membawakan sebuah makalah "Peran Orangtua Dalam Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan bagi Anak Tunanetra Ganda"

Kalau beberapa sahabat sempat melihat status bunda di YM! beberapa waktu lalu yang mengeluhkan pusingnya dan mepetnya deadline makalah, nah inilah makalah yang bunda maksudkan, maklum udah lama banget gag jadi anak sekolahan jadinya pas diminta bikin makalah, yang ada mumet bin cenut-cenut kepala hehehehehe...

Alhamdulillah rangkaian acara semiloka berjalan lancar. Ingin sebenarnya bunda mengikuti keseluruhan rangkaian acaranya, karena materi-materi yang dibawakan oleh berbagai narasumber itu bagus bagus dan bunda yakin banget akan banyak manfaatnya buat bunda. tetapiiiiiiiii ya itulah...... bunda lagi diribetin dengan kondisi Alifah yang sedang pilek bin rewel.

Alhasil bunda cuma bisa datang ya pada saat bunda bertugas sebagai pembicara itu dan keesokan harinya saat hari terakhir semiloka. Jujur banget bunda ngerasa rugi dan nyesel.... Insya Allah kalau ada acara keik beginian lagi, bunda akan hadir diseluruh rangkaian acara,. Haloo.... Pak Sigid dan Bu Utami, plis... undang bunda lagi ya!!



nah ini dia gaya bunda pas jadi pembicara, awalnya seh duduk.... tapiii trus ternyata bunda ketutupan ma vas bunga yak!! (foto kecil) jadinya bunda akhirnya berdiri deh.... hahahaha... narsis banget yak,....


Alhamdulillah, isi dari makalah yang bunda bawakan pas banget dengan tema (ya iyalah wong judulnya dah ditentukan panitia) dan Alhamdulillah juga banyak dari peserta semiloka memberikan support yang begitu besar kepada bunda. Semuanya amat berarti buat keluarga bunda terutama semua ini adalah buat Balqiz.

Dan pada kesempatan itu pula bunda juga tampilkan beberapa foto balqiz.Yang menyenangkan juga bunda bisa berkenalan dengan banyak guru-guru dan pemerhati pendidikan luar biasa dari mana-mana, ada Ibu Jamilah dari BandaAceh, ada Pak Nawawi dari Bandung, ada Ibu Anastasia dari Malang..... ada yang dari Padang juga.... whuaaaa senangnya bunda.


Insya Allah apa yang bunda bawakan membawa barokah dan manfaat bagi banyak orang. Amien


pesan sponsor ;
jilbab yang bunda pakai saat pemotretan di tabloid Mom&Kiddie, dan gamis+jilbab yang bunda pakai saat semiloka adalah produksi rumahjilbab by bundaKey.

Jumat, 30 Mei 2008

menunggu anak@skul


begini neh gaya ibu ibu yang lagi nungguin anaknya sekolah..........., nyambi rujakan, nyambi curhat, nyambi belanja ma Iwan, nyambi-nyambi deh,..