Sabtu, 30 Desember 2017

SLB A Pembina DKI Jakarta - PSBN Cahaya Batin Cawang

Kamis, 14 Desember 2017

Melanjutkan perjalanan kemaren, hari ini kami punya dua tujuan. SLB A Pembina DKI Jakarta dan PSBN Cahaya Batin ~ Cawang.

Selain memang hari ini ada acara pentas seni dalam rangka hari disabilitas dunia di sekolah Balqiz, Maria pun ingin melihat lebih dekat lagi serta bertemu dengan pihak sekolah mengenai penerimaan siswa baru tahun ajaran berikut (2018/ 2019).

Sebenarnya bagi Maria lingkungan SLB A Pembina DKI Jakarta bukan tempat asing, di masa lampau juga beberapa kali sudah berkunjung. Namun tentu yang membedakan kali ini karena harus mencari informasi lebih banyak mengenai penerimaan siswa. Bertemu dan berbincang dengan waktu singkat dengan Pak Tri selaku Kepala Sekolah. Karena memang sedang sibuk dengan acara pentas seni hari yang akan dilaksanakan.

foto : team angklung berfoto bersama




Jam 12 lewat barulah kami bisa lepas dari acara di SLB A Pembina, segera meluncur ke arah cawang ke PSBN Cahaya Batin. Disana sudah menunggu Cici yang gak sabar. Ada rachel juga yang sudah pulang sekolah dan sedang ngobrol di depan kamarnya.

Bertemu dengan pihak pengurus panti, sekaligus eksplore ruangan panti. Terutama kamar tidur, kamar mandi. Dan juga berbincang dengan beberapa anak penghuni panti. Balqiz yang awalnya terlihat kikuk, namun dengan cepat bisa melebur dan bisa ngobrol asyik dengan teman teman penghuni panti dan dengan cepat punya keinginan bisa tinggal di asrama juga seperti mereka.


 foto : balqiz sedang ngobrol dengan teman teman panti





Secara umum, kondisi panti bersih, rapi, terawat, aman (ada satpam berjaga di depan dan pintu gerbang panti selalu dalam kondisi tertutup).

 foto : suasana lingkungan panti




Oke... kita pertimbangkan ya nak. Perlu dipikirkan dan telaah yang matang serta banyak pertimbangan sebelum kita memutuskan.


 foto : situasi salah satu kamar di panti


Hasil ngobrol sana sini, rupanya beberapa anak panti bersekolah di smp di dekat sana. Di SMP Taman Harapan. lokasinya hanya sekitar 100m dari panti. Tidak membuang waktu, ibuk dan Cici segera ke sana mencari informasi.

Bertemu langsung dengan Kepala Sekolah. Konfirmasi benar ada 4 siswa tunanetra penghuni panti yang sudah bersekolah di sana. Pada prinsipnya sekolah bisa menerima, walaupun ada beberapa komitmen komitmen yang harus disepakati. Dan Inshaa Allah komitmen yang dituntut oleh sekolah bisa ibuk penuhi. Ya, minimal sudah ada 1pandangan sekolah yang bisa dicadangkan sebagai tujuan sekolah SMP Balqiz.


 foto : ruang kelas smp taman harapan


Ibuk masih berkeinginan untuk survei juga ke beberapa sekolah yang mungkin bisa melaksanakan program inklusi menerima siswa berkebutuhan khusus.

Tidak ada komentar: