Kamis, 27 September 2007

dorong sepeda

tidak hanya balqiz yang dalam taraf belajar, bunda pun juga belajar bersama balqiz. mungkin sudah naluri dari seorang anak untuk meng-explore segala sesuatunya dan naluri keingintahuan yang bunda yakini pasti setiap anak mempunyai. mungkin buat orang lain, kegiatan dorong mendorong sepeda hanyalah sebuah permainan. tetapi hal itu sebenarnya bagi bunda dan balqiz tidak hanya sebuah permainan tetapi juga proses pembelajaran.

daya dorong, adalah sebuah pelatihan motorik kasar ya. dibutuhkan sebuah tenaga yang cukup kuat untuk mendorong sebuah sepeda, walaupun sepeda anak-anak. disitu juga ada sebuah pembelajaran untuk mencoba mendorong/ berjalan pada sebuah garis lurus. proses belajar juga kan buat bunda dan balqiz. dan karena kegiatannya berada di luar rumah, otomatis banyak juga yang bisa dipelajari. misalkan mendengarkan gerakan/ alur dari roda sepeda, mendengarkan suara-suara di sekitar kita, mengasah pendengaran. entah ya... kok bunda selalu merasa bahwa berada di luar ruangan di kala pagi hari atau sore saat udara masih sejuk, segar pasti ada manfaatnya buat tubuh. semoga balqiz juga berpendapat yang sama...

dan balqiz tidak mau berhenti jika dia merasa belum puas...


Senin, 17 September 2007

Doa Ayah Bunda

Ya Allah Ya Rabb
Dini hari ini genap sudah 2 tahun
Engkau Ijinkan hamba mengasuh mendidik membimbing
Anak-anak kami

Ya Allah Ya Rabb
hamba sadari bahwa mereka bukan milik hamba
Ya Allah Ya Rabb
anak-anak kami hanyalah titipanMU

Ya Allah Ya Rabb
tiada kata lain selain syukur Alhamdulillah
yang terucap dari mulut kami

Ya Allah Ya Rabb
Ijinkanlah kami untuk masih mempunyai rejeki
diberi kekuatan
diberi kesehatan
diberi ketabahan
untuk terus bisa mengasuh mendidik membimbing mereka

Ya Allah Ya Rabb
tiada kata lain selain syukur Alhamdulillah
yang terucap dari mulut kami

Ya Allah Ya Rabb
Ijinkanlah mereka menjadi anak-anak Sholehah
dalam bimbingan kami

Ya Allah Ya Rabb
Ijinkanlah mereka menjadi anak-anak yang berbakti kepada kami
kedua orangtua mereka
dalam asuhan kami

Ya Allah Ya Rabb
Ijinkanlah mereka menjadi anak-anak yang bermoral
dalam didikan kami

Ya Allah Ya Rabb
tiada kata lain selain syukur Alhamdulillah
yang terucap dari mulut kami

Ya Allah Ya Rabb
limpahi anak-anak kami dengan sehatMU
limpahi anak-anak kami dengan rejekiMU
limpahi anak-anak kami dengan berkahMU
limpahi anak-anak kami dengan mata bathinMU
yang lebih tajam dari mata lahiriah

Ya Allah Ya Rabb
tiada kata lain selain syukur Alhamdulillah
yang terucap dari mulut kami

Anak-ku Alifah Aishah Utami dan Balqiz Baika Utami,
selamat ulang tahun ke-2
Al Fatihan buat anakku Almarhumah Tantri Tamayanthi Utami,
rindu ayahbunda untuk memeluk dan menciummu nak,
Insya Allah, satu hari nanti kita akan dipertemukan kembali dalam pelukan ayah bunda

Ya Allah Ya Rabb
tiada kata lain selain syukur Alhamdulillah
yang terucap dari mulut kami

Amien- Amien- Amien Ya Rabbal Al-Amien

Kamis, 06 September 2007

photojournalism

sudah beberapa bulan lalu, project ini berjalan. mas mamuk tertarik dengan profilnya balqiz lewat cerita jeng Rey, dan setelah mengunjungi blog-nya bunda, makin tertarik. karena memang mas mamuk sedang ada project berkaitan dengan keikutsertaannya di dalam sebuah kelas photojournalism (bener gag seh nulisnya?), meminta ijin bunda untuk mengambil profil balqiz sebagai project blio.

dan setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya project-nya mas mamuk selesai juga, walaupun sebenarnya ada satu, apa ya namanya.... session ngkali ya, yang gak kesampean dikerjain, yaitu session dimana balqiz berinteraksi dengan lingkungan diluar lingkungan rumah, keik ke mall, ato hadir didalam satu pertemuan...., karena udah keburu deadline. maap ya.... mas mamuk!!

silahkan di lihat photo-photo balqiz hasil project-nya mas mamuk ini di :

Jumat, 24 Agustus 2007

vonis ROP balqiz (part 2)

Pagi-pagi bunda ma titi udah nyampe di RSIA Hermina, sementara ayah utam langsung ke bandara buat ngurusin bagasi dan dokumen perjalanan, kung dari kantor nti langsung ke bandara. segala macam keperluan medis selama diperjalanan sudah disiapin ma suster Ellyn yang bakal ndampingi di pesawat dari semalam. Dan penge-check-an terakhir dengan dr.Freddy. mas wien (kalo perawat cowok disebut apa seh? bruder ya kalo gak salah?) pun sudah siap dengan ambulance yang akan membawa kita ke bandara.

dan selama menunggu keberangkatan ke bandara, bunda ngabisin waktu dengan alifah, bahkan nyuci-nyuri buat nyiumin alifah juga, duh sedih deh bakalan ninggalin alifah. tapi Alhamdulillah ma rs dikasih dispensasi selama bunda pergi dengan balqiz, titi boleh masuk ke ruang perina/icu buat nengokin alifah, tapi kalo titi nengok gak boleh pas jam besuk karena kuatir nti di komplain sama orangtua pasien yang lain.

akhirnya setelah ada telpon dari ayah kalo urusan di bandara sudah selesai, kita berangkat dengan raungan ambulance menuju bandara. sampai di sana parkir pun sudah tersedia di lobi terminal 2E dan segera rombongan kecil kita lewat pintu khusus sehingga tidak lagi melewati urusan yang bertele-tele.... bahkan yang lucunya titi&kung juga bisa masuk ke dalam bandara hingga ke gate anjungan!! many thanks for all persons in KPP Cengkareng.

Alhamdulillah hingga mendarat di Changi, kondisi balqiz stabil. persedian O2 yang kita bawa gak perlu dipake. sampai di landasan menuju ke gate, udah keliatan dari jauh kalo sudah ada ambulance. begitu pintu pesawat terbuka, cepet banget, kru ambulance langsung masuk ke badan pesawat dan mengambil alih balqiz. akhirnya balqiz bisa masuk lagi ke dalam inkubator. duh lega banget. setelah balqiz diperiksa lagi, ternyata kondisinya tetap stabil. thu ambulance gede banget, muat aja gitu ma kita semua, bunda dari jakarta ber-lima dengan balqiz, ditambah sang supir ambulance, dokter residence KKH dan 2 orang perawat KKH, plus koper dan tas-tas kita....

di Changi kita juga lewatin pintu khusus sehingga gak perlu juga bertele-tele urusan imigrasinya dan segera meluncur ke KKH dengan sirine ambulan yg meraung-raung. salut banget ma warga SG, dan emang kudunya begitu ya... walaupun lalu lintas agak ramai disore hari saat jam kerja berakhir, tapi dengan segera mereka akan menberi jalan kepada ambulance kita buat lewat. coba di Jakarta? pasien udah mpe kejang-kejang juga gak bakalan deh bisa lewat thu ambulance..

dan dengan yakinnya sang supir ambulance saat kontak dengan Mrs.Veronica Tan dari International Patients KKH kalo dalam waktu 10menit kita akan sampai di KKH, dan pas aku liat di jam tangan, iya emang pas banget 10menit. top banget kan!

sampai di Emergency Room Children Tower KKH, udah nunggu Mrs. Vero dan segera kita dibantu buat pemeriksaan balqiz, sementara ayah utam urus segala administrasi rs. Alhamdulillah setelah njalani pemeriksaan oleh asisten Prof. Ong Sze Guan, balqiz dinyatakan sehat dan siap buat operasi besok jam 10 pagi. setelah balqiz nyaman di rawat di Specials Care Nursery di lantai 2 KKH, lantas dr. Freddy & suster Ellyn kita anterin dulu buat ke hotel, bunda ma ayah nginep di rs.

ternyata o ternyata, di KKH itu ada Parent Room, jadi para orangtua bisa nyewa Parent Room selama anaknya dirawat di rs, fasilitas itu juga diutamain buat pasien dari luar Singapore. duh berasa seneng aja jadinya, tetap berada di dalam lingkungan rs, gak perlu jauh-jauh dari balqiz. dah gitu di dalam rs-nya sendiri lengkap banget karena ada food court-nya juga (Kopi Tiam), ada Mc D, ada 7eleven, trus ada keik mall kecil gitu. jadi gak perlu pergi keluar dari rs-pun nyaman.

dan selama balqiz disana, dibawah pengawasan dari Dr. Batilando Melissa JP dan untuk semua keperluan kita selama berada di rs, kita dibantu sama Mrs. Veronica dari International Patients.

ada satu kejadian yang norak banget, hihihi wes pokoke lucu aja kalo inget, tapi ya dimaklumi lah kalo norak, soale di Indonesia gak nemuin keik beginian.... jadi pas kita lmo siap-siap tidur didalam kamar (parent room), tiba-tiba dengan aja suara sember berat plus aneh di telinga kita, mirip mirip keik gini deh suara yang ditangkep ma telinga bunda :

"nguk.. nguk.. excuse me.. nguk.. nguk.. excuse me"

penasaran dong, suara apa seh itu... pas ngintip dari pintu, kaget banget karena tiba-tiba di depan mata lewat dengan suksesnya sebuah robot barang!! "blezzzz" saking kagetnya mpe kejedut ma pinggiran pintu...

whuaaaa.... rupanya suara suara itu tadi berasal dari robot barang yang berjalan hilir mudik keliling rs, trus saking penasaran ma hili rmudiknya thu robot, bunda mpe tungguin dan ngeliatin aja thu robot.... rupanya keik udah diprogram gitu dan barang yang dibawa ya macam-macam, keik laundry, obat-obatan, makanan, dll. trus takjub aja pas belok di lorong2 itu kok ya gak nabrak gitu lho..... whuaaaaa ndeso tenan... katrok abis!!


tobe continued..


Rabu, 22 Agustus 2007

ROP (part 5)

How is ROP treated?

The most effective proven treatments for ROP are laser therapy or cryotherapy. Laser therapy "burns away" the periphery of the retina, which has no normal blood vessels. With cryotherapy, physicians use an instrument that generates freezing temperatures to briefly touch spots on the surface of the eye that overlie the periphery of the retina. Both laser treatment and cryotherapy destroy the peripheral areas of the retina, slowing or reversing the abnormal growth of blood vessels. Unfortunately, the treatments also destroy some side vision. This is done to save the most important part of our sight—the sharp, central vision we need for "straight ahead" activities such as reading, sewing, and driving.

Both laser treatments and cryotherapy are performed only on infants with advanced ROP, particularly stage III with "plus disease." Both treatments are considered invasive surgeries on the eye, and doctors don't know the long-term side effects of each.

In the later stages of ROP, other treatment options include:

  • Scleral buckle. This involves placing a silicone band around the eye and tightening it. This keeps the vitreous gel from pulling on the scar tissue and allows the retina to flatten back down onto the wall of the eye. Infants who have had a sclera buckle need to have the band removed months or years later, since the eye continues to grow; otherwise they will become nearsighted. Sclera buckles are usually performed on infants with stage IV or V.
  • Vitrectomy. Vitrectomy involves removing the vitreous and replacing it with a saline solution. After the vitreous has been removed, the scar tissue on the retina can be peeled back or cut away, allowing the retina to relax and lay back down against the eye wall. Vitrectomy is performed only at stage V.
copied from National Eye Institute