Rabu, Maret 14, 2018

ROP



Retinopathy of prematurity atau biasa disebut (ROP) adalah resiko prematuritas pada kondisi mata yang terjadi pada bayi terlahir premature.

ROP ini menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada retina, retina adalah lapisan jaringan syaraf pada mata yang penting untuk penglihatan. Pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada retina ini akan menyebabkan lapisan retina terlepas dan mengakibatkan kebutaan.

Ketika bayi lahir matur cukup usia, pembuluh darah retina sudah komplit, namun bila bayi lahir secara prematur maka sudah bisa dipastikan pembuluh darah ini belum mencapai tepi retina.

Disebabkan alasan tersebut. SEMUA bayi terlahir premature HARUS menjalani skrining ROP pada mata. Pada skrining nanti akan ditentukan kondisi pembuluh darah retinanya


ROP dibagi menjadi 5 stage, yakni stage 1 sampai stage 5 (akan dibahas tersendiri)
Beberapa kasus ROP terjadi dalam stadium ringan dan akan membaik dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus yang lain bisa terjadi dalam stadium berat yang membutuhkan tindakan seperti laser atau pembedahan untuk mempertahankan penglihatan. Laser maupun pembedahan ini ditujukan untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal dan memastikan retina tidak terlepas.

Golden standar pengobatan pada ROP ialah laser. Terapi laser akan mencegah pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Selain laser, pada kasus stadium yang lanjut seringkali juga memerlukan tindakan pembedahan, seperti pemasangan Scleral Buckle dan bedah Vitrektomi. Pada pengembangan terapi saat ini kondisi stadium awal menuju lanjut ada pilihan dengan pemberian ANTI VEGF (atau biasa disebut suntik avastin).

Kasus ROP TIDAK menimbulkan gejala atau tanda, sehingga skrining ROP pada bayi yang lahir prematur adalah WAJIB dan harus dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman melakukan skrining dan menggunakan alat Indirect Opthalmoscope (mengenai alat akan dibahas tersendiri).

catatan :
tulisan dari berbagai sumber

foto dari google

#ROP
#peduliROP
#retinopathyofprematurity
#peduliABK
#peduliABKTunanetra
#peduliprematuritas
#premature
#bayiprematur
#anaktunanetra
#rabupeduliABK
#alifba
#twins
#balqiz
#akadini
#lhs
#babycommunity

Tidak ada komentar: