Senin, April 30, 2012

sapa menyapa

konsep sapa menyapa gampang-gampang susah menerapkannya kepada anak-anak. terlebih bagi anak berkebutuhan khusus. hal ini aku alami juga.

 bersama dengan pihak sekolah, dalam hal ini ibu gurunya, kami sudah menerapkan konsep sapa  menyapa ini sejak awal. sempat menggunakan sistem punishment dan reward untuk memacunya. berhasil dengan sukses. karena pada dasarnya balqiz adalah anak yang ceria, dan mulai senang berinteraksi dengan orang lain, mulai banyak bertanya tentang berbagai hal.

baik di sekolah maupun di rumah, kami menerapkan konsep sapa menyapa dengan baik. namun,.... hal ini menjadi sebuah dilema saat terjun di masyarakat, saat berada di area publik, saat berinteraksi dengan orang banyak.

balqiz semakin sering aku bawa untuk berinteraksi dengan masyarakat. dengan menggunakan moda transportasi, berada di acara acara keramaian seperti arisan, undangan pernikahan, berada di ruang publik seperti pusat pertokoan, restaurant dan sebagainya.

berada di ruang publik ternyata membuat konsep tersebut buyar, konsep yang di dasari bahwa jika ada yang menyapa harus menjawab sapaan dengan sopan dan baik, demikian juga jika kita yang duluan menyapa seseorang. karena ternyata tidak semua orang mau membalas sapaan dari kita dan ternyata juga sapaan kita belum tentu dibalas dengan bahasa yang baik serta sopan.

sudah berusaha membantu Balqiz dengan menegur bahwa Balqiz sedang menyapa tolong dibalas, namun tetap tidak ada reaksi. ya akhirnya aku mencoba dengan bahasa sederhana menjelaskan bahwa tidak semua orang mau membalas sapaan kita, ya mungkin karena tidak mengerti bahasa kita, mungkin sakit, atau mungkin mengalami gangguan bicara seperti beberapa teman Balqiz. membuat Balqiz belajar dengan cepat. jika orang lain berlaku seperti itu, tentunya Balqiz juga bisa melakukannya. Yakni tidak membalas sapaan orang atau jika membalas,.. dia akan berteriak 'tidak mau!!'

ya rasa kekecewaan pada dirinya yang merasa sudah berusaha untuk sopan menyapa duluan dan bersikap ramah ternyata tidak mendapat balasan. dan itu tidak hanya sekali dua kali di alami oleh Balqiz.

rasanya harus kembali bekerja keras untuk lebih pintar 'menerapkan konsep sapa menyapa' serta berbagai argumen juga harus disiapkan,...

ternyata... menerjunkan anak ke lingkungan masyarakat tidak mudah. namun bukan berarti juga sebagai alasan untuk terus menyembunyikan ABK di dalam rumah.