Jumat, September 06, 2013

Mata Palsu (Eye Prosthesis)



Kemaren, Kamis 5/9/2013, adalah jadwal check up mata tahunan si kembar. Setelah seminggu sebelumnya sudah minta dijadwalkan untuk ke dr. Rini Hersetyati, SpM di Klinik Mata Nusantara. Jadilah sepulang sekolah si kembar kita berkunjung ke KMN.


Balqiz yang punya rasa ingin tahu sangat besar, banyak hal yang dijadikan pertanyaan. Dan salah satu hal yang membuatnya senang adalah dia bisa menemukan tombol lift dengan tulisan Braille, sehingga dia bisa melakukan sendiri menekan tombol tanpa harus dibantu. Dia bisa memilih tombol naik atau turun, demikian juga saat dia akan memilih hendak ke lantai berapa tujuan lift. Teriakan dan sukacitanya segera bergaung di seantero klinik #lebay.




Untuk kakak Alifah dilakukan pemeriksaan awal refraksi, 



  
untuk balqiz ditetesin obat di kedua matanya berfungsi membuka retina. Alhamdulillah, sudah gak pake acara ‘hebohdibaca tantrum lagi saat ditetesin.




Sementara menunggu antrian pasien juga menunggu membukanya retina, si kembar menikmati teh hangat dan biscuit yang memang disediakan oleh KMN.



Akhirnya nomer antrian si kembar dipanggil,
‘Ibuuuukk… itu nomer aku!! C 037, ayo ayooo cepat’ seru balqiz.
Dan sesampai di ruang praktek dr. Rini, dokter Rini sudah menyambut dengan senyum hangatnya daaaannn berkata,
aku tahu kalo ada balqiz diluar… heboh!’ kata beliau,…
hahahaha, jadi malu bundanya.

Segera mengobrol lah balqiz dan dokter rini, balqiz diminta duduk di kursi periksa, dan sudah tidak berteriak teriak lagi saat kursi tersebut dinaikkan untuk memudahkan pemeriksaan. 




Sambil bercerita sambil dokter rini memeriksa kondisi scleral buckle silicon yang hingga saat ini masih terpasang di retina balqiz. 




Setelah balqiz baru giliran kakak alifah yang diperiksa.




Alhamdulillah kondisi mata balqiz sehat, posisi buckle masih pada tempatnya tidak bergeser maupun iritasi. Sementara Alhamdulillah kakak Alifah kondisi matanya juga sehat, bagus, tidak ada silinder, plus atau minus. Senangnya.

Mengenai balqiz, kita sempat berdiskusi tentang prostesa mata (mata palsu) yang ditempelkan di dalam rongga matanya sehingga secara estetika terlihat lebih cantik. Seiring dengan pertumbuhan badannya yang semakin besar, tidak diikuti oleh pertumbuhan pada bola matanya, sehingga terlihat kesan bahwa bola mata balqiz mengecil. Untuk mempercantik penampilan, bisa dilakukan pemasangan prostesa mata. Dan suggest konsul dengan dr. Annete Mariza,SpM spesialis okuloplastik. In shaa Allah akan dijadwalkan pertemuannya di minggu depan.

Sembari menunggu jadwal konsul, mulai deh bunda mencari cari info dari berbagai sumber mengenai ocular (eye) prosthesis ini. Beberapa sudah bunda dapatkan informasi ini dan informasi itu. intinya cari sebanyak mungkin informasi. juga tentang perawatannya.

Rasanya kalau dari kondisi balqiz dan hasil konsul jarak jauh dengan dokter Rozalina Loebis, Sp.M untuk case nya balqiz tidak memerlukan operasi. Prosesnya nanti hanya akan dibuatkan soket/ cetakan dengan menempelkan sebuah alat yang akan dialirin cairan serupa semen untuk membuat cetakan kornea mata yang sesuai dengan besaran rongga mata balqiz. Dan dari soket tersebut nanti akan menjadi dasar pembuatan prostesa mata, mirip mirip proses pembuatan gigi palsu.

Pemakaian prostesa mata nanti hanya akan ditempel saja di depan kornea mata yang ada, sehingga akan terlihat lebih cantik dan ‘hidup’ matanya.

Jadi sudah tidak seperti pemakaian eye prostesa di beberapa waktu lampau dimana biasanya dilakukan operasi dahulu untuk mengangkat bola mata yang asli dan kemudian barulah di buatkan prostesa bola mata asli. Sehingga terlihat ‘seram’ melihat ada rongga terbuka pada mata apabila prostesa tidak sedang dipakai.

Udah dapat gambaran mengenai prosesnya, nah satu lagi yang juga harus disiapkan. Apalagi kalau bukan dana. Hingga saat ini belum ada gambaran berapa besaran biaya yang diperlukan untuk proses ini. Kalau menurut dokter Roza, seharusnya tidak mahal, tidak sampai harus berjut-jut yang bikin terkejut @_@. Semogaaaaaaaaa…

Dimaklumi karena untuk urusan ‘mata’ balqiz tidak di cover oleh asuransi maupun medical fee kantor ayah. Jadi harus rogoh kocek sendiri. In shaa Allah, dimudahkan rejeki bunda, rejekinya balqiz.

Antara yang pro dan kontra tetap saja ada, hehehehehe… dimaklumi. Terimakasih sahabat sahabat yang sudah meng-aminkan doa bunda, In shaa Allah memudahkan mendekatkan rejeki bunda dan balqiz. Semakin banyak yang meng-aminkan doa dan harapan kita, In shaa Allah semakin dimudahkan pula jalan kami.

Dan yang bersikap kontra ya monggo saja, wajar kok. Kenapa sih harus dipakein mata palsu, namanya belum bisa total dong nerima kondisi anak, bukannya nanti bisa memberi harapan palsu ke balqiz kalo dipakein mata palsu trus bisa ‘lihat’, oke oke saja kok berpendapat.

Reason bunda ya sebagian sudah disebutkan diatas, bahwa karena pertumbuhan badan balqiz tidak diikuti oleh pertumbuhan pada bola matanya sehingga terlihat semakin mengecil yang nantinya akan berefek semakin menutupnya kelopak mata balqiz, karena ada kekosongan di dalam rongga matanya.



Dengan reason itulah, menjadi dasarnya. Dan dengan balqiz mengetahui bahwa dirinya tampil cantik, semoga bisa menambah rasa percaya dirinya. Karena dia tahu pada saat orang memandang wajahnya, orang tidak melihat ada sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang. Orang tidak akan lagi berkomentar ‘cantik ya, tapiiiiiii….’
Orang hanya berkomentar ‘cantik ya!’