Rabu, Desember 31, 2008



SELAMAT TAHUN BARU 1 Muharram 1430 Hijriah
SELAMAT TAHUN BARU 1 Januari 2009 Masehi



Rabu, Desember 17, 2008

brailtex

Alat ini namanya Brailtex. papan braille yang bisa dipergunakan untuk memulai proses pembelajaran baca tulis braille. cukup mudah mempergunakannya. mempunyai dua permukaan yang mempunyai titik-titik yang dipergunakan untuk membentuk huruf-huruf braille. mengingatkan kembali bahwa huruf braille terbentuk dari kombinasi 6 titik.




mempergunakannya adalah menekan titik titik dari sisi bawah/ belakang sehingga titik-titik tersebut muncul ke sisi atas/ depan membentuk huruf-huruf braille yang diinginkan.



buat bunda, proses pengenalan huruf braille bagi balita tunanetra jangan memikirkan bahwa mereka bisa langsung kenal huruf dan serta merta bisa membaca. yang penting adalah melatih kepekaan dari ujung-ujung jari mereka. barulah secara bertahap mengenalkan huruf-huruf tersebut. bunda sendiri tidak mengkhususkan mengajarkan huruf per huruf. bunda langsung membuat susunan kata-kata pendek. seperti meja, kursi, lemari, dll. barulah perlahan lahan membentuk kalimat.

sampai saat ini balqiz masih tahap pembelajaran, belum bisa baca tulis sendiri. tetapi, ketertarikan untuk membaca tulis sudah terlihat. setiap jemarinya teraba susunan huruf braille, balqiz pasti minta untuk dibacakan. seluruh penjuru rumah bunda terdapat tulisan-tulisan braille, selain untuk mengenalkan nama nama benda juga bagian proses belajar baca tulis braille.

dengan papan brailtex ini, bunda menyusun kata/ kalimat dan kemudian dibacakan kepada balqiz, sembari merabakan jemarinya.



untuk harga papan brailtex ini masih lumayan mahal ya,... saat bunda membelinya sekitar setahun yang lalu harganya Rp. 125.000,- .tetapi bulan lalu saat beberapa orangtua teman balqiz membelinya harganya sudah Rp. 197.000,- belum termasuk ongkos kirim. masih tergantung dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, sepanjang masih belum stabil rasanya secara otomatis harga dari alat-alat penunjang proses pembelajaran braille belum bisa stabil juga,..Bow Down



Senin, Desember 15, 2008

balqiz@trampolin

loncat loncat di kasur maupun di trampolin sudah menjadi hobby balqiz. jika seharian harus bepergian dan tidak menemukan media untuk loncat-loncat, pasti akan segera dibayar lunas saat sampai dirumah,.. hobby yang unik! sudah ada korban, yakni jebolnya satu sisi dari per springbed-nya balqiz, tinggal nunggu satu sisi lagi buat jebol Bow Down

namun ada sisi kebaikan dari hobby ini. mungkin dikarenakan gerakan loncat-loncat yang bertumpu pada telapak kaki yang merupakan pusat dari segala syaraf menurut ilmu akupuntur dan akupresure, kemungkinan hal tersebut jugalah yang membuat badan balqiz jadinya lebih besar dan lebih tinggi dari kakaknya alifah.


Rabu, Desember 03, 2008

dewa@rawinala


hari ini bunda tidak bercerita tentang balqiz. tetapi bunda mau bercerita tentang Dewa. Dewa adalah teman sekelas balqiz di kelas PelDi/ Early Intervention Program Rawinala. usianya nanti tanggal 29 desember ini 6 tahun.

seorang anak laki laki yang tampan, berkulit putih bersih dan juga pandai. pintar main keyboard. balqiz sudah menjalani 2 semester bersama dewa. pertemanan yang amat cocok kalau kata bu Rini, guru kelas PelDi. kenapa? baik dewa maupun balqiz sama sama cerewet dan partner yang pas untuk saling bersahut-sahutan. lucu sekali jika mendengar mereka berdua bercanda saling bersahut-sahutan.

hari ini, 3 desember 2008. adalah hari terakhir dewa bersekolah di Rawinala. kenapa? Esok hari, Dewa akan berangkat ke Bandung dan meneruskan sekolah di SLB A Wiyataguna - Bandung bersama dengan 3 orang saudaranya dari Sayap Ibu.

Dewa adalah anak asuh dari Yayasan Sayap Ibu - Jakarta. tidak diketahui siapa orangtua kandungnya. tanggal 29 desember 2002 yang menjadi tanggal ulang tahun dewa adalah tanggal dimana dewa ditemukan dan diserahkan ke Sayap Ibu.

entah apa yang ada dalam benak Dewa, Balqiz dan Michael saat mereka saling berpamitan di kelas untuk terakhir kalinya. rasanya terlalu "muda" bagi mereka untuk mengenal kata perpisahan. justru yang sedih dan diselimuti haru adalah bunda, guru kelas, mbak Marni pengasuh Dewa yang setiap hari mengantarkan dewa ke sekolah.

selamat berjuang Dewa, selamat mengukir prestasi di tempat yang baru, sampai bertemu satu hari nanti!!