Rabu, Desember 31, 2008



SELAMAT TAHUN BARU 1 Muharram 1430 Hijriah
SELAMAT TAHUN BARU 1 Januari 2009 Masehi



Rabu, Desember 17, 2008

brailtex

Alat ini namanya Brailtex. papan braille yang bisa dipergunakan untuk memulai proses pembelajaran baca tulis braille. cukup mudah mempergunakannya. mempunyai dua permukaan yang mempunyai titik-titik yang dipergunakan untuk membentuk huruf-huruf braille. mengingatkan kembali bahwa huruf braille terbentuk dari kombinasi 6 titik.




mempergunakannya adalah menekan titik titik dari sisi bawah/ belakang sehingga titik-titik tersebut muncul ke sisi atas/ depan membentuk huruf-huruf braille yang diinginkan.



buat bunda, proses pengenalan huruf braille bagi balita tunanetra jangan memikirkan bahwa mereka bisa langsung kenal huruf dan serta merta bisa membaca. yang penting adalah melatih kepekaan dari ujung-ujung jari mereka. barulah secara bertahap mengenalkan huruf-huruf tersebut. bunda sendiri tidak mengkhususkan mengajarkan huruf per huruf. bunda langsung membuat susunan kata-kata pendek. seperti meja, kursi, lemari, dll. barulah perlahan lahan membentuk kalimat.

sampai saat ini balqiz masih tahap pembelajaran, belum bisa baca tulis sendiri. tetapi, ketertarikan untuk membaca tulis sudah terlihat. setiap jemarinya teraba susunan huruf braille, balqiz pasti minta untuk dibacakan. seluruh penjuru rumah bunda terdapat tulisan-tulisan braille, selain untuk mengenalkan nama nama benda juga bagian proses belajar baca tulis braille.

dengan papan brailtex ini, bunda menyusun kata/ kalimat dan kemudian dibacakan kepada balqiz, sembari merabakan jemarinya.



untuk harga papan brailtex ini masih lumayan mahal ya,... saat bunda membelinya sekitar setahun yang lalu harganya Rp. 125.000,- .tetapi bulan lalu saat beberapa orangtua teman balqiz membelinya harganya sudah Rp. 197.000,- belum termasuk ongkos kirim. masih tergantung dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar, sepanjang masih belum stabil rasanya secara otomatis harga dari alat-alat penunjang proses pembelajaran braille belum bisa stabil juga,..Bow Down



Senin, Desember 15, 2008

balqiz@trampolin

loncat loncat di kasur maupun di trampolin sudah menjadi hobby balqiz. jika seharian harus bepergian dan tidak menemukan media untuk loncat-loncat, pasti akan segera dibayar lunas saat sampai dirumah,.. hobby yang unik! sudah ada korban, yakni jebolnya satu sisi dari per springbed-nya balqiz, tinggal nunggu satu sisi lagi buat jebol Bow Down

namun ada sisi kebaikan dari hobby ini. mungkin dikarenakan gerakan loncat-loncat yang bertumpu pada telapak kaki yang merupakan pusat dari segala syaraf menurut ilmu akupuntur dan akupresure, kemungkinan hal tersebut jugalah yang membuat badan balqiz jadinya lebih besar dan lebih tinggi dari kakaknya alifah.


video

Rabu, Desember 03, 2008

dewa@rawinala


hari ini bunda tidak bercerita tentang balqiz. tetapi bunda mau bercerita tentang Dewa. Dewa adalah teman sekelas balqiz di kelas PelDi/ Early Intervention Program Rawinala. usianya nanti tanggal 29 desember ini 6 tahun.

seorang anak laki laki yang tampan, berkulit putih bersih dan juga pandai. pintar main keyboard. balqiz sudah menjalani 2 semester bersama dewa. pertemanan yang amat cocok kalau kata bu Rini, guru kelas PelDi. kenapa? baik dewa maupun balqiz sama sama cerewet dan partner yang pas untuk saling bersahut-sahutan. lucu sekali jika mendengar mereka berdua bercanda saling bersahut-sahutan.

hari ini, 3 desember 2008. adalah hari terakhir dewa bersekolah di Rawinala. kenapa? Esok hari, Dewa akan berangkat ke Bandung dan meneruskan sekolah di SLB A Wiyataguna - Bandung bersama dengan 3 orang saudaranya dari Sayap Ibu.

Dewa adalah anak asuh dari Yayasan Sayap Ibu - Jakarta. tidak diketahui siapa orangtua kandungnya. tanggal 29 desember 2002 yang menjadi tanggal ulang tahun dewa adalah tanggal dimana dewa ditemukan dan diserahkan ke Sayap Ibu.

entah apa yang ada dalam benak Dewa, Balqiz dan Michael saat mereka saling berpamitan di kelas untuk terakhir kalinya. rasanya terlalu "muda" bagi mereka untuk mengenal kata perpisahan. justru yang sedih dan diselimuti haru adalah bunda, guru kelas, mbak Marni pengasuh Dewa yang setiap hari mengantarkan dewa ke sekolah.

selamat berjuang Dewa, selamat mengukir prestasi di tempat yang baru, sampai bertemu satu hari nanti!!


Kamis, November 20, 2008

kebiasaan menekan mata pada anak tunanetra


Hal ini sudah beberapa kali bunda diskusikan dengan banyak sumber. mulai dari dr Rini Hersetyati, SpM dan dr. Sjakon G. Tahija,SpM di Klinik Mata Nusantara, sebagai dokter yang merawat mata balqiz, juga Prof Dr. Ong Sze Guan, dokter yang mengoperasi mata balqiz di Singapore, kemudian dengan para teman-teman para orangtua di sekolah, beberapa guru baik di rawinala maupun beberapa sekolah SLB lainnya. Juga dengan teman-teman saat kunjungan bunda ke Manila 2 bulan yang lalu. sempat juga mendiskusikan hal ini dengan Debbie Gleason dari Perkins, walaupun diskusi kita gak tuntas karena kita diskusi ditengah break acara kongres, tetapi dari banyak referensi tersebut, bisa disimpulkan;

bahwa rata-rata anak tunanetra/ blindness memiliki kebiasaan untuk menekan-nekan matanya. hal ini disebabkan karena "sensasi" yang ditimbulkan saat menekan-nekan mata.

ayo sebagai percobaan, kita coba untuk menekan mata kita, apa yang terjadi. yup!! ada pendar-pendar cahaya yang terkadang bentuk bulatan, klap-klap, seolah ada sinar dari berbagai penjuru atas bawah kiri kanan.

nah sensasi seperti itulah amat disukai oleh anak-anak tunanetra/ blindness. bunda sudah mencoba mencari tetapi belum menemukan literatur resmi (medis, riset, telaah, dll) yang membahas hal ini (ada yang bisa membantu?).

buat bunda sebuah kebiasaan yang jelek sebenarnya. kenapa? kan itu "hiburan" buat anak-anak tunanetra/ blindness!! karena, kebiasaan tersebut mempunyai sisi buruk. yakni karena terus-menerus mendapat "tekanan" pada matanya, menimbulkan perubahan pada konstruksi wajah terutama di bagian mata. terlebih mengingat kondisi tulang disekitar mata pada anak-anak dimasa pertumbuhan tersebut masih rawan/ muda. sehingga penekanan terus menerus akan berdampak buruk. beberapa anak ada yang cenderung hanya menekan satu sisi, mata sebelah kanan, atau sebelah kiri saja. tetapi ada juga yang menekan keduanya. dalam hal kasus balqiz, yang dia tekan adalah mata sebelah kanan.

cara yang bunda lakukan adalah menahan tangan balqiz jika sudah mulai mengarahkan tangannya/ jarinya ke arah mata kanannya. juga dengan perkatan "balqiz! tidak tekan mata" atau "balqiz! tidak colok mata". hanya saja tidak selalu berhasil!! tetap saja suka kecolongan. dan, hal ini sudah terlihat dampaknya, konstruksi tulang disekitar mata sebelah kanan balqiz lebih "dalam" dari mata sebelah kirinya. sehingga sudah mulai terlihat tidak balance antara keduanya. sebuah pe-er buat bunda agar bisa segera menghilangkan kebiasaan tersebut.

terkadang bunda gemas rasanya, ingin sekali menampik tangannya agak keras, tetapi suka gak tega..... karena konon tidak boleh juga "menyakiti". duh bingung kan.... ada saran kah bagaimana mengatasinya?

walaupun sebenarnya, balqiz sendiri kalo bunda atau pengasuhnya berteriak;
"balqiz!! tidak...." secara otomatis dia akan menimpali ".... colok mata" dan melepas jarinya yang menekan matanya. gak putus-putus bunda ber-dialog dengan balqiz tentang hal ini. namun entah apakah balqiz di usianya yang ke-3 ini sudah mengerti "dialog" tersebut?

dari obrolan dengan berbagai sumber, memang harus rajin untuk mengalihkan tangan/ jari pada saat si anak hendak melakukan penekanan pada matanya. bunda sendiri juga banyak mengamati hal tersebut terutama pada teman-teman balqiz di sekolah. memang terlihat bedanya. anak yang memiliki orangtua yang cukup "cerewet" dan concern tentang hal tersebut memang pada akhirnya bisa menghilangkan kebiasaan tersebut, kalaupun berdampak juga, hanyalah perubahan konstruksi wajah yang ringan. tetapi bagi anak-anak yang orangtuanya tidak terlalu "cerewet" ya memang akhirnya memiliki kerusakan konstruksi wajah dari sedang hingga parah.

dan dari pengamatan bunda pula, kegiatan "menekan" mata tersebut biasanya dilakukan jika anak tidak mempunyai aktifitas, misalkan pada saat dia menunggu, dan terutama pada saat anak merasa "tertekan", "grogi", "stress" atau berbagai macam rasa "ketidaknyamanan".


note;
tulisan ini hanyalah hasil proses pengamatan dan pembelajaran bunda semata. belum ada referensi/ literatur resmi yang menjadi dasarnya.

Selasa, November 18, 2008

konsep "bola"


mengenalkan bola kepada anak tunanetra/ blindness, termasuk gampang-gampang susah. gampang karena pengenalan "bola" bisa dilakukan sembari bermain. susah karena ukuran "bola" bermacam-macam. jadilah bunda menyediakan berbagai ukuran dan bentuk bola juga. dari bola basket, bola sepak, bola plastik, bola golf, bola "boneka", bola pingpong, bola tenis. jadi segala macam bentuk bola yang ada dirumah *termasuk pinjam bola golf-nya kung* dikeluarkan dan dikenalkan kepada balqiz.

tidak hanya mengenal bentuk dan ukuran saja. tetapi juga mengenalkan bunyi dari pantulan bola-bola tersebut. karena berbeda material bahan bola maka berbeda pula bunyi pantulan yang ditimbulkan.

Alhamdulillah, balqiz bisa mengenali "bola" walaupun dalam bentuk dan ukuran yang berbeda. bahkan sayur "kol" pun dikatakan sebagai bola,...


cerita dibalik layar;
pada saat lebaran dan kita sekeluarga bersilaturahmi kerumah kakak ayah yang paling tua di duta bintaro, di depan rumah ada lapangan basket. jadilah semua sepupu alifah balqiz bermain disana, saat balqiz mendengar bunyi/ suara pantulan bola, serta merta dia berteriak "bola bola" dan ikut berlari mengejar mencari bola. saat bola tersebut didapat balqiz, maka berhentilah semua sepupu balqiz bermain dan akhirnya menunggu dengan sabar Bow Down hingga balqiz puas bermain bola Well Done




Minggu, November 16, 2008

alat masak



untuk mengenalkan berbagai macam benda sekaligus mengenalkan fungsi pemakaian benda-benda tersebut bagi anak-anak tunanetra sebisa mungkin harus menggunakan real object dari benda-benda dimaksud. misalkan akan mengenalkan alat-alat memasak seperti panci, wajan, spatula dan sekaligus mengenalkan fungsi dari benda benda tersebut maka pergunakan panci, wajan, spatula, gelas, piring, sendok, kompor, dll yang sebenarnya.

setiap hari rabu, di sekolah balqiz ada sesi memasak. disesi tersebutlah bisa diperkenalkan benda dan fungsi dari alat-alat memasak. dan, balqiz senang sekali dengan wajan. disekolah maupun dirumah, selalu minta wajan. dan balqiz pun sudah pintar untuk meminta tanpa harus berteriak atau menjerit-jerit.

balqiz : ibu, balqiz mau wajan
bunda : tunggu ya, ibu ambil
balqiz : terimakasih ibu

bunda : Thumbs Up

Sabtu, November 08, 2008

melow-nya bunda



seperti yang pada postingan kemaren, bunda bercerita tentang balqiz yang sudah mulai bisa berkomunikasi dua arah, sudah bisa menjalin percakapan ringan. hanya saja,... rupanya ini juga merupakan sebuah babak baru juga buat bunda, sebuah proses pembelajaran lagi buat bunda, dengan sudah mulai bisanya balqiz berkomunikasi tentunya balqiz akan mulai banyak bertanya, terlebih melihat tipikal dari balqiz yang "cerewet" tentunya harus siap dengan berbagai macam pertanyaan dan mungkin juga terselip pertanyaan-pertanyaan yang "tidak terduga" akan ditanyakan oleh balqiz.

dan yang utama lagi, menata hati bunda agar tidak selalu larut dan menyertakan "perasaan" dalam setiap percakapan antara bunda dan balqiz. karena sudah pasti jika bunda selalu menyertakan "perasaan" baik balqiz maupun lingkungan dimana kita berdua berada, proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik, alias gagal!!

dalam beberapa kasus penangangan anak-anak berkebutuhan khusus memang diperlukan mental "ibu tiri versi film/ sinetron yang amat sangat kejam" .namun, tidak bisa dipungkiri juga kalau tidak bisa selalu menjaga hati/ perasaan seperti itu.

sebuah percakapan yang baru terjadi sore tadi,... cukup menguras emosi sedih bunda.

balqiz belum lama bangun tidur, dan langsung berjalan menuju tempat favoritnya, yakni di depan kulkas,... *ngadem di depan kulkas yang terbuka pintunya*, tiba-tiba dia bangun terduduk,

balqiz ; "gatel"
balqiz ; "digaruk-garuk" sambil garuk-garuk kakinya
bunda ; "gatel kenapa cis?"
balqiz ; "ibu.... diliatin!! ini gatel"
bunda ; "ya sini ibu liatin"

bunda pangku balqiz dan liat kakinya balqiz, rupanya bentol bekasi digigit nyamuk
balqiz ; "diliatin ibu ya"

whuaaaaaaaaaa Crying 1



Senin, Oktober 27, 2008

update perkembangan balqiz

Alhamdulillah, banyak sekali kemajuan tumbuh kembang Balqiz, baik secara motorik halus, motorik kasar maupun kognitif-nya.

balqiz sudah mulai bisa menjimpit kacang dengan dua jarinya. awalnya kebisaan balqiz karena dalam rangka lebaran, makanya persediaan kacang goreng cukup banyak. dicobakan makan ke balqiz ternyata dia suka, dan sudah bisa mengunyahnya sampai halus sehingga tidak kuatir lagi tersedak. awalnya cara mengambilnya selalu diraup dengan telapak tangannya, pelan-pelan diajarkan untuk menjimpitnya dengan dua jari. Alhamdulillah sudah mulai bisa.

balqiz sudah mulai bisa juga berkomunikasi dua arah. selama ini komunikasi lebih banyak dalam bentuk satu arah, entah satu arah dari balqiz atau satu arah dari bunda/ guru/ pengasuh/ orang lain. hampir sebulan ini, balqiz mulai menunjukkan komunikasi dua arah. walaupun baru percakapan simpel, dua-tiga suku kata saja, misal

bunda ; selamat pagi balqiz
balqiz ; selamat pagi bunda

mbak ida ; balqiz mau makan apa?
balqiz ; balqiz mau mie

yang paling menggembirakan buat bunda, adalah kemaren sore (minggu.26/10/08). bunda mengajak alifah, balqiz dan pengasuh mereka buat maen ke mall depan komplek. dalam kondisi terpisah bunda bertanya ke alifah, dia mau makan apa? alifah jawab dia mau makan mie, saat bunda bertanya ke balqiz, ternyata balqiz juga menjawab 'balqiz mau mie' whuaaaaaaaaa kompak bener yak!!

kita makan di cozy, dan.........
surprise pertama adalah balqiz mau duduk sendiri, sekaligus duduknya menghadap ke depan
surprise kedua adalah balqiz beneran mau makan apa yang disuapkan, yakni mie, habis banyak
surprise ketiga adalah balqiz tidak lagi merasakan panik dengan keramaian yang terjadi
surprise keempat adalah balqiz bisa menunggu yang lainnya, saat dia sudah selesai makan
surprise kelima adalah balqiz mau berjalan sepanjang tour kita di mall
surprise keenam adalah balqiz mau diajak bermain di playground
surprise ketujuh adalah balqiz mau bernyanyi dengan kencang di playground mengikuti lagu anak-anak yang diperdengarkan di playground.........

whuaaaa senang sekali rasanya hati bunda. tidak ternilai apa yang sore kemaren bunda alami. pertama kalinya balqiz bisa enjoy saat berada di mall. sayang sekali bunda gak bawa kamera jadi tidak ada dokumentasinya.

Alhamdulillah,..

Kamis, Oktober 23, 2008

Mabuhay, part 2

Hari ke-2 @Manila, 26 September 2008

dari jadwal yang dibagikan ke kita semalam, kegiatan hari ini adalah registrasi peserta mulai jam 09.00 pagi mpe jam 14.00. Alhasil dari perjalanan kemaren, baru terbangun jam 08.00 pagi!!! whuaaaa mpe gak ngeh kan. Hasil diskusi ma ayah utam, akhirnya diputuskan tidak puasa. judulnya "jadi musafir". sempet foto-foto dulu pemandangan sekitar hotel dari jendela kamar. oiya, semalam kita dikasih kamar sendiri-sendiri, tapi hari ini kudu pindah, jadi sekamar berdua, dan aku bakalan sekamar ma bu atty,..



segera mandi dan turun ke lobby lantai 8. dapat tanda peserta plus berbagai macam kit. kemudian ada pengumuman dari panitia kalo buat delegasi undangan akan diantar city tour walopun waktunya gak banyak.



whuaaa kesempatan neh buat liat-liat suasana kota di saat "siang hari". gak banyak yang ikutan karena sebagian lebih milih buat istirahat di hotel. kita diantar sama Janet. whuaaa sebelnya, mah dianterin ke mall. halah kalo mall mah sama aja isinya!! dannnnnn bukannya sombong bukannya congkak, tapi rasanya pas liat mallnya masih bagusan mall mall yang ada di Jakarta deh. ya sudah karena berombongan gak bisa komplain banyak banyak. akhirnya cuma liat liat aja, asli gak ada hasrat buat bela beli, walopun akhirnya pas liat supermarket ikutan masuk buat beli air mineral, roti dan buah potong. balik lagi ke hotel.



karena ragu-ragu dengan makanan yang ada, bunda, bu atty, pak yahya dan bu ufa akhirnya keluar hotel dan kita makan di McD yang letaknya bersebelahan dengan hotel.

oya, delegasi dari Indonesia ada 4 orang. 2 dari Jakarta yakni bunda dan bu atty, kemudian 2 lagi dari Banyuwangi yakni bu ufa dan pak yahya. keberangkatan bunda, bu ufa dan pak yahya sama-sama di sponsorin oleh Perkins, sementara bu atty disponsori oleh HKI. bu ufa ini guru slb sementara pak yahya adalah orangtua.

akhirnya jam 18.00 kongress resmi dibuka. ada beberapa sambutan dari penyelenggara, dari pemerintah Philippines, sambutan dari sponsor dll. kemudian ada juga penampilan dari anak-anak pavic's.



dilanjutkan dengan jamuan makan malam. selain delegasi dari Indonesia, delegasi tamu lainnya Malaysia, Singapore, India, Oakland-USA. saat jamuan makan malam ini, delegasi tamu berada dalam 1 meja. nantinya akan diatur secara acak sehingga memudahkan buat menjalin komunikasi dan diskusi. dari teman satu meja, segera berkenalan, mereka dari Malaysia juga 4 orang dimana yg 2 orang adalah orangtua, 1 guru dan 1 kepala sekolah.




hmmmm, bagian ini neh yang bikin bunda selalu ragu ragu, yakni bagian "makan" secara menu-nya gak jelas dan pas waitress-nya ditanya ternyata gak bisa bahasa inggris,.. jadilah serba ragu buat menyantap hidangan yang tersaji. yakin seh kalo melihat wujudnya adalah ayam, tapi buat menu yang lainnya,... wes embuh. juga buat sup yang disajikan,.. sempet dah liat-liatan antara kita ber-4, ya sudah akhirnya Bismillah aja,.. acara baru selesai pukul 22.00.

dan bener kan feelingnya!!! dapat teman baru, namanya Michele; orang pilipina dan dia termasuk panitia sebenarnya, trus lantai kamarnya termasuk lantai yang "no smoking" sementara lantai kamar bunda berada di lantai "can smoking" jadilah pas acara dah kelar, dia ngikut ke kamar dan numpang ngerokok deh, bareng ma bu atty,.. kan iseng nanyain soal menu jamuan makan tadi,.. ternyata sup-nya ada "B"-nya juga salah satu hidangan lauknya. whuaaaa langsung bunda eneg banget dan pengen "mun-mun". secara bunda sempet makan sup-nya sesendok!! soale pas ngerasain supnya emang aneh rasanya. Sick

langsung bunda dan bu atty komplain Mad ke Michele, mumpung dia juga panitia!! Alhamdulillah seh Michele orangnya baik banget dan ramah, bisa ngertiin komplainnya kita, dan jadi bahan evaluasi panitia.

oya, satu lagi. bukan bunda kalo gak pake acara kopdar!! hahahahaha,
jadi beberapa minggu sebelum keberangkatan bunda ke manila, udah sempet ngublek jagat blogger. barangkali aja nemu sesama blogger di ranah manila sana, sempet ngobrol beberapa kali juga ma putlie dan irien yang pernah tinggal di manila. tapi gak nemu juga sesosok blogger yang dikenal berada di manila sana. sampai akhirnya, pas lagi onlen di YM! ngeliat pak didi tarsidi juga sedang onlen, akhirnya bunda sapa pak didi, mengingat blio juga baru saja pulang dari Geneva menghadiri World Blind Congress, waaa pastilah pak didi punya kenalan yang berasal dari manila, bener aja. langsung bunda dikenalkan sama Tina Medina, akhirnya rajin deh bunda ber-YM! dengan tina sebelum keberangkatan, apalagi tina juga bakalan hadir di congress. whuaaa gak sabar pengen bisa ketemu dengan tina. oiya, tina ini penyandang tunanetra, mempunyai seorang putri berusia 11 tahun, single parent, dan guru disebuah slb. bunda juga udah nyiapin oleh-oleh kecil buat tina, taraaaa,...



selain Tina, juga sudah berkenalan dengan beberapa peserta yang lain. ada Janet, ada Leony, ada Edna, ada Belinda, ada Luz, dan entah siapa lagi, lupa namanya,... hehehehe. belum ngobrol serius, baru sekedar say hallo dan ngobrol hal ringan.


bersambung,..

Senin, Oktober 20, 2008

Mabuhay, part 1

whuaaaa lama juga bunda tertunda mlulu buat cerita tentang perjalanan bunda ke Manila, menghadiri PAVIC's Congress. dah ditagih tagih ma semua pihak.... maap-maap ya kalo bundanya sok sibuk.

hari ke-1 @Manila, 25 September 2008,
bunda bangun seperti biasa jam 3 dini hari, nyiapin sahur dan cek n ricek trakir urusan packing. Alhamdulillah rasanya udah semua. ayah berangkat ke kantor seperti biasa jam 06.00 pagi ya udah skalian bunda pamitan ma ayah dan memberikan "pesan-pesan" terakhir bunda, terutama sederet pesan tentang keperluan alifba. abis itu ngecek lagi segala urusan remeh-temeh dan bla bla bla ini itu,.... hahahahaha bahasa opo tho iku,.. akhirnya jam 09.30 bunda berangkat juga menuju airport. whuaaaaa berat banget rasanya ninggalin si kembar.

sampai dibandara cengkareng terminal 2 jam 11.10 wib, mayan lancar juga karena warga jakarta sudah banyak juga yang "mudik" lebaran rupanya. tapiiiiiiiiiii jalanan sepi ternyata di bandaranya rame bangettt!! wes dah keik terminal bis ramenya. jadi rupanya para tuan dan nyonya yang ditinggal mudik para asisten lebih memilih berlibur daripada kudu ngurusin rumah, hehehehe,.. gak mau repot!! begitu ketemuan dengan bu atty teman seperjalanan bunda, kita cepet masuk dan langsung dihadang dengan antrian di meja check in Phillipines Airlines. whuaaa kirain sepi ternyata panjang juga antriannya. kelar urusan check in, kudu antri lagi bayar fiskal,.. antrian berikutnya di imigrasi. Alhamdulillah lancar dan segera menuju ke anjungan karena udah deket ma waktu boarding.

take off tepat waktu 13.35 wib. ngobrol bentar ma bu atty, gak lama kita trus tidur!! mpe mendarat buat transit di Singapore selama 20 menit. take off lagi barulah menuju ke Manila. whuaaa ternyata penumpang sebanyak itu cuma sampai di Singapore aja. dari Singapore ke Manila-nya penumpangnya gak banyak,.. setelah terbang kurleb 3,5 jam, akhirnya landing juga di Manila pukul 21.10 waktu manila (1 jam lebih cepat dari jakarta) whuaaa dah malam yak,... sempet nyari nyariin sang penjemput gak nemu nemu, setelah nunggu dan sempet nanya sana sini, akhirnya ketemu juga. ya ternyata harus menjemput peserta lain juga yang hampir berbarengan mendaratnya dengan pesawat yang ditumpangi bunda tetapi mereka berada di terminal yang berbeda.


meluncurlah menuju hotel. whuaaa karena dah malam ditambah sedang hujan lebat, gak gitu jelas juga suasana kota Manila-nya. Oya hotel tempat bunda kongress letaknya di Quezon City, ternyata sudah berbeda kota dengan Manila. Kurleb 1,5 jam perjalanan. hmmmmm selintas kotanya kumuh ya,... lebih bagus Jakarta deh judulnya. liat jalan-jalan dan suasana kota Manila - Quezon City serasa jalan-jalan di seputaran daerah Gunung Sahari, Kota, ya seputaran Jakarta Kota Tua.

sampai di hotel, sempet bingung karena ternyata receptionistnya gak punya list nama kita,.. usut usut ternyata lobby front desk-nya ada 2. di lantai 1 dan lantai 8. ternyata kongress diadakan di gedung hotel yang baru dengan lobbynya di lantai 8. oalahhh... meneketehe!! akhirnya baru masuk di kamar udah jam 23.30,... tidur!!!!




*bersambung*

Selasa, Oktober 14, 2008

3 tahun; malaikatku tantri

Mempersembahkan Al Fatihah khusus buat
ananda Tantri Tamayanthi Utami binti H. Muhammad Rustam
Insya Allah berada dalam pelukan Allah SWT
menjadi malaikat penghias surgaNYA





* cerita lengkap tentang tantri

Kamis, Oktober 09, 2008

today is; world sight day



PRESS RELEASE

WORLD SIGHT DAY
OCTOBER 9, 2008



FOR IMMEDIATE RELEASE

World Sight Day 2008, which has as its theme "Eyes On The Future - Fighting Vision Impairment In Later Life" is focused on the unique needs of elderly blind and partially sighted people. The World Blind Union (WBU), representing over 160 million blind and partially sighted persons worldwide, has noted an increase in the number of older blind persons during the last few years. Currently over 45 million blind and partially sighted persons are over 50 years old. Major diseases contributing to their vision loss are cataract, glaucoma and age related macula degeneration (AMD). These conditions are prevalent both in industrialized and developing countries.

Vision loss creates many problems both for persons who are growing older with reduced vision and for those who have acquired vision loss later in life. Three significant issues which are impacting blind elderly persons are poverty, lack of access to health care services and discrimination. In many countries, but particularly in developing countries, health care systems are often inadequate. Indeed, in many developing countries such as India, cataract which is very common among elderly persons is still the leading cause of blindness despite the fact that effective treatment is available. With respect to discrimination faced by elderly blind persons, that fact is that in many regions around the world, older persons are treated with disrespect and are denied their basic rights.

An important issue for elderly blind and partially sighted persons is a lack of mobility due to inadequate public transportation systems. Given that many elderly people are living alone, perhaps at a distance from their families and that they lose the ability to drive, they can become isolated and less independent.

Another key issue for blind elderly people is a higher risk of injuries due to accidents. For example, stairs will often not be detected if they are not equipped with high contrast edge markings. In addition, the design of new technology can pose significant barriers if access for persons with vision impairment is not considered within the design. For example, the program information for digital television is on-screen with no opportunity for audio output. Another example is the use of totally inaccessible touch screens for service kiosks at airports or government services. These screens could be made useable if accessibility features were built into the design.

As a consequence of these and other issues faced by elderly blind and partially sighted persons, the World Blind Union urges action in the following areas:

1. To incorporate universal design features into the design of buildings and public spaces in order to enhance independent travel and reduce the possibility of injury.

2. To implement accessibility features into new technology at the design stage.

3. To establish efficient and accessible public transportation systems in both urban and rural settings in order to improve mobility and reduce isolation of elderly blind and partially sighted persons.

4. To ensure that rehabilitation programs appropriately reflect the particular needs of elderly and partially sighted persons

While access to appropriate health care, rehabilitation services and universal design features are clearly called for in the United Nations Convention on the Rights of Persons with Disabilities, attention must be paid to ensure that these are available, accessible and appropriate to the needs of blind and elderly partially sighted persons.

For further information contact:
World Blind Union
Penny Hartin, Chief Executive Officer
Penny.hartin@wbuorrice.org


Senin, September 29, 2008

Selasa, September 23, 2008

PAVIC's Congress


The Parent Advocated for Visual Impaired Children (PAVIC)

2nd Parents Congress
"Hand in Hand; Building Bridges"

Great Eastern Hotel, 1403 Quezon Avenue, Quezon City
Metro Manila, Philippines

September 26 - 28, 2008

sponsored by Perkins School For The Blind and Helen Keller International


bunda pergi dulu ya....

Rabu, September 17, 2008

3 tahun berbagi

Tahun Ke- 0; 17 September 2005
Setelah melewati penantian panjang 8 tahun, setelah melewati masa-masa indah, masa-masa bergejolak, masa-masa perang batin, masa-masa penuh dengan riak kehidupan maha dahsyat hingga terpuruk pada titik nol,.... berbuah pada hadirnya ketiga buah hatiku;



Tahun Ke-1; 17 September 2006
kehilangan Tantri menuju rumahNYA membuahkan kesedihan yang tidak bisa berlarut-larut dirasakan, sebuah perjuangan panjang telah menanti. sebuah perjalanan hidup yang tidak lagi bisa menyisakan ruang bagi tangisan, melainkan keteguhan hati, mengenyampingkan rasa emosional, tersisa langkah-langkah menantang kehidupan,..




Tahun Ke-2; 17 September 2007
tantangan telah terjawab, perjalanan panjang babak berikutnya berjalan. menyibak segala kendala demi memberi jalan bagi masa depan yang terbaik,..



Tahun Ke- 3; 17 September 2008
sedikit berlega hati melihat senyum ceria, namun langkah masih panjang, perjuangan belum selesai, mari berbagi langkah, berbagi perjuangan,..



selamat ulang tahun anakku,
semoga menjadi anak-anak sholehah

HAPPY BIRTHDAY MY BABY


*menghadiahkan Al Fatihah untuk adek Tantri

Rabu, September 10, 2008

comment for Rawinala Sibling Gathering

hari ini bunda dapat email dari Parven Kaur (akrab dipanggil Jessy), seorang volunteer dari Cool2care yang sudah beberapa bulan ini beberapa kali meliput kegiatan di Rawinala. isi emailnya adalah komen-komen dari teman-teman di Cool2care yang juga membaca postingan bunda tentang Rawinala Sibling Gathering. sempat Jessy sampaikan bahwa mereka kesulitan menulis comment langsung pada postingan tersebut, sehingga komen-komen tersebut di kolek dan kemudian di kirimkan kepada bunda dan Rawinala via email. terimakasih Jessy, terimakasih cool2care atas perhatian dan semangatnya, sangat berarti buat kami dan rawinala;

Today, I’ve got an email from Parven Kaur (known as Jessy), a volunteer from Cool2Care, who come and see Rawinala’s activities for last couple months. She writes comments from some friends of Cool2Care about Rawinala Sibling Gathering that I posted before. Jessy said that it’s rather difficult to submit comment directly, so she collected the comments and sent it to me & Rawinala. Thank you Jessy, and Cool2Care for your appreciation and support. It really meant to us and rawinala;


Their Comments;

I read through the blog and my eyes got wet instantly as I was so impressed.
It is more than encouraging to know that people are making their efforts to
help the lives of disabled children easier to live on the other side
of the earth as well. I believe we are virtual partners and coworkers
altogether in this much valued project of making the world a better
place to live in for disabled children and their families.
Well done to all the staff in Rawinala.

Lauren ChinOk Park
Business Development Manager
Cool2Care

--------------------------------------------


Thank you for sending this through.
Please pass on our thanks to the organisers and the translator for taking the time to write the English translation for us to understand. Please also let them know they are doing fantastic work, which we genuinely applaud them for.

Kindest regards.
Lindsay Blackburn
Regional and Family Liaison Manager
Cool2Care

--------------------------------------------

I had a look at the blog too. It looks like it was a really great and innovative event.
A really good idea to involve the siblings. I have a colleague at my other work who's sister is disabled and she often tells me stories of her sister and her growing up together- acceptance and empathy seems to play a huge part.
It also just goes to show that whathever the country or culture the issues are the same!
Thanks for sharing this with us.

Sharon
Cool2Care Human Resources Manager

----------------------------------------------


Had a look at the blog and it looks like the kids had a great 'eye-opening' time.

Hopefully, they'll have more like this since this was the first event! I think the event will be the beginning of changing opinions in areas which they come from.

Thanks

Dawn Dance
Regional and Family Liaison Manager
Cool2Care

Senin, September 08, 2008

celebrate Independence Day

Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-63, Jumat, 29 Agustus 2008; anak-anak Rawinala mengadakan beberapa lomba yang menyenangkan. Inti acara ini adalah membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan buat anak-anak Rawinala sekaligus memberi mereka "gift" atas kerjasama mereka yang bagus sekali saat acara "Rawinala Sibling Gathering". Jadi semua siswa yang ikut lomba maupun tidak ikut lomba, tetap mendapat hadiah.

On August 29, 2008 Rawinala students were celebrating 63rd Independence Day, they have some interesting games. The main point is having fun for student and giving "presents" for the good cooperation on "rawinala sibling gathering", so all the students get the present even though they didn't join the games.


Lomba yang diadakan adalah lomba membuang bola, jadi yang dinilai adalah kecepatan membuang bola yang ada didalam ember. Waaa melihat ekspresi anak-anak, pastilah permainan ini menyenangkan buat mereka.

One of the games is throwing balls from the bucket. Speed is the main value… so the fastest will be the winner… it's nice to see that kids' expressions, that would be fun for them.

Lomba berikutnya adalah lomba makan mie,.... hehehehe buat yang demen makan atau sedang lapar tentunya dengan cepat bisa menyelesaikan lomba, tapi keik balqiz yang gak suka makan di pagi hari? hehehehehe ada aja alasannya untuk tidak makan!!

Next game is eating noodles race… hehehe… for starving and noodle lovers' kids, it is a favorite game and they can finish it earlier and faster… but Balqiz doesn't like having breakfast…. There's always lots of reasons… doesn't eat.

Rabu, Agustus 27, 2008

Rawinala Sibling Gathering, part 3

kembali para siswa rawinala dan sibling menuju tenda tempat berkumpul. bergabung bersama seluruh peserta SIBLING GATHERING, menginjak sesi ke-3, sesi terakhir dari kegiatan SIBLING ini, adalah ajang Sharing,..

and then rawinala students and siblings back to the gathering tent. Joined with all SIBLING GATHERING participants, continuing with last session 3, “sharing”…



kembali acara dibawakan oleh Bapak Sigid Widodo, dimana para sibling diajak bernyanyi bersama, berdialog dengan mereka. di sesi ini memang tidak mudah untuk bisa memancing dialog dari para sibling, tidak terlalu mudah bisa mengorek ngorek apa yang mencari isi hati mereka. tetapi, yang menggembirakan suara para sibling adalah sama, bahwa mereka tidak pernah malu memiliki adik/ kakak yang mempunyai kebutuhan khusus. BRAVO SIBLING!!!


Mr. Sigit Widodo back to become a host of this program, he asks all siblings to sing and have a dialog. It was not easy to encourage sibling to have a dialog in this session, to find the true feeling of the participant about their situation. One thing is good of their feeling is their never feel shame to have blinds sibling. BRAVO SIBLING!!!




di akhir sesi ditutup dengan ungkapan rasa sayang para sibling kepada siswa rawinala dengan memeluk mereka,.. SO SWEET!!

End of session was close with hugging session, to express their feeling to each other. It was so sweet…..

Selasa, Agustus 26, 2008

Rawinala Sibling Gathering, part 2

Setelah seluruh kelompok selesai dengan sesi OM, dilanjutkan dengan sesi berikutnya yakni Pendampingan Makan. Sedikit alasan yang dapat disampaikan kenapa kita memilih setting Pendampingan Makan. Karena setting "makan" adalah sebuah setting yang pasti dilakukan bagi siswa rawinala maupun saudara kandung, juga oleh orangtua. Memang ada juga setting-setting lain yang juga sebuah "kebutuhan dasar" seperti "menggosok gigi" atau "memakai baju", namun sebisa mungkin kondisi/materi yang dijadikan setting, berupa kondisi yang "natural setting".

Finished with OM session. Next group session is “Meals Assistances”. We choose “Meal Assistances”, because “eat” is a condition that siblings and parents will do, and this is all a common and natural condition for all. There’s other conditions as a primary needs like “brushing teeth” or “wearing a clothes”.

direncanakan waktu pelaksaan sesi kedua ini sekitar pukul 10.00, nah pada saat tersebut, biasanya yang dilakukan oleh siswa rawinala adalah "snack time". itu juga yang menjadi dasar pemikiran tentang pengambilan setting "pendampingan makan". snack yang kita pilih kali ini adalah mie goreng.

Second session start at 10am, it’s a “snack time” for students. This activity was chosen because that is a snack time for Rawinala student, and we think that is a good time for “meal assistances”. Our selected snack for today is fried noodle.



jadi setiap kelompok yang sudah dibagi, siswa rawinala didampingi oleh sibling masing-masing menuju tempat makan yang sudah diatur. ada yang diruang kelas, ada juga yang di ruang makan asrama. masing-masing meja yang dipergunakan sudah disiapkan peralatan makan, berupa piring sendok gelas, dan hidangan mie goreng yang sudah tersaji. disinilah mulai proses sibling mendampingi makan para siswa rawinala.

Every students and sibling went to arranged dining table at the class room or boarding dining room. Spoons, plates and glass and fried noodle were managed on the table. This is the assistances process began




macam-macam reaksi yang muncul dalam pendampingan makan ini, ada yang antusias mengarahkan dimana letak makanan yang akan dimakan, ada yang cuek-cuekan, ada yang kikuk, ada yang bingung,..

We had many reaction came from this session, some of them look enthusiast, some of them don’t care and others looks confuse.

nah disinilah sebenarnya tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan "Pendampingan Makan" ini. Makan tidak hanya sekedar makan, tetapi bagi seorang tunanetra diperlukan trik trik yang tepat supaya "proses makan" berjalan sukses. disinilah seharusnya para orangtua dan terutama sibling dapat mengambil manfaat besar arti yang terselubung dari kegiatan SIBLING ini.

The Goals of meals assistances look clearly in this session, as they can see, meals is not just “meals”, for The Blinds, it needs a good tricks to make the meals process can run well. Parents and sibling can get big benefits from this SIBLING activity.


terbukti dengan berbagai macam reaksi yang muncul, dimana beberapa ada yang kebingungan, beberapa ada yang merasa kikuk, ini sebuah bukti bahwa orangtua belum sepenuhnya dapat berkomunikasi, belum sepenuhnya melibatkan, belum sepenuhnya mempersiapkan para sibling mengenai pentingnya pendampingan bagi saudara mereka yang tunanetra. bukan berarti juga bahwa setiap saat "tunanetra" harus didampingi, mereka tetap bisa beraktifitas secara mandiri.

It’ proven by many of reaction came, some of the participants look confuse and not comfort. This is proving that parents are not fully involved to prepare the Blinds sibling understands the meaning of assistances for their blind siblings. It doesn’t mean the blind has to assist every time, in the future they’ll be more independence.


perlu diingatkan kembali bahwa para siswa rawinala tetap akan kembali kepada keluarga. sekolah hanyalah sebuah fasilitas, dan sekolah juga bukanlah pusat tumpuan dari semua harapan. jadi jika sekolah mempersiapkan program program yang diberikan kepada sang anak/ sang siswa untuk membantu proses kemandirian, bukan berarti kemudian keluarga menyerahkan seluruhnya kepada sekolah, keluarga juga sebaiknya belajar berproses bersama dan mempersiapkan diri. terlebih lagi jika mengingat bahwa, tidak ada yang mengetahui sampai berapa lama usia seseorang,.. jika orangtua telah meninggal, siapakah yang harus siap mendampingi siswa rawinala? para sibling.

Things to emphasize for all parents those students of rawinala will back to their family. School is just a facility for them; they can’t rely on and put a big expectation on this school. School only provides facilities to help blinds become independence, not like giving all the family responsibility to school. Family has to learn this process together. Instead of God’s will of human age, parents is not only hope for the blinds, they have to prepare the blinds’ siblings in the future. Who’s gonna be sibling’s assistance for the future? The SIBLINGs


setelah makan, para siswa rawinala tetap didampingi oleh sibling, melakukan kegiatan mencuci peralatan makan yang telah digunakan. kegiatan ini masih merupakan bagian dari bina diri yang dilatih kepada para siswa rawinala. diharapkan kegiatan ini pun dapat diterapkan pula dirumah.

After meals, rawinala students still with their sibling assistances doing dishes. This activity is part of self development program for rawinala's student, and hope will be applied at home.


bersambung,..
to be continue,..

Senin, Agustus 25, 2008

Rawinala Sibling Gathering, part 1


Sejak rencana kegiatan SIBLING ini dicetuskan oleh pihak sekolah beberapa bulan yang lalu dan dipercayakan kepada PSG (parent support group) untuk mengelola acara ini, dan setelah mengalami beberapa kali penundaan waktu pelaksanaannya, Sabtu 23 Agustus 2008 telah terlaksana dan berjalan lancar. Alhamdulillah.

Since the school announce this program few months ago and delayed for couple times, finally… Sibling’s program held successfully on Saturday, August 23, 2008 organized by PSG (Parent Support Group). Alhamdulillah.

Pertanyaan pertama adalah; apa sih kegiatan "SIBLING" ini? kegiatan SIBLING ini adalah kegiatan yang diperuntukkan untuk para "saudara kandung" dari siswa rawinala. banyak proses pembelajaran yang bisa diperoleh dari kegiatan ini. Antara lain adalah sang saudara kandung bisa melihat dan mengenal lingkungan sekolah dari siswa rawinala. saudara kandung bisa merasakan apa rasanya menjadi seorang "siswa rawinala", saudara kandung bisa melakukan pembelajaran pendampingan kepada siswa rawinala. Inti tujuan dari kegiatan SIBLING ini adalah "penerimaan wajar" para saudara kandung terhadap siswa rawinala. Dan pada akhirnya para siswa rawinala akan kembali lagi kepada "keluarga".

First question: “what is SIBLING’s program”. designed for “siblings” of rawinala students. This program gave a lot of experiences for all participants. For example, siblings can feel the atmosphere of school’s environment. Siblings will have an experience like her/his brother/sister as “student of rawinala”. The basic idea of this program is to create a “normal acceptance” for the sibling’s. At the end, they will bring the habit of acceptance back to their family.


Walaupun sebenarnya, proses pembelajaran ini tentunya sudah diterapkan oleh para orangtua siswa rawinala dirumah. Tetapi rasanya akan berbeda jika mereka dikumpulkan menjadi satu, mempunyai sebuah kegiatan sendiri.

However, even this process has been implemented by parents at home; it would be different if they gather in one program.

Sejak pukul 07.30 sudah mulai berdatangan para siswa rawinala beserta "sibling" didampingi tentunya oleh para orangtuanya. Ada beberapa siswa rawinala yang memang tidak memiliki "sibling" tetapi tidak mengurangi kemeriahan acara, mereka bersama pendamping tetap bisa ikut serta dalam kegiatan.

Around 7.30am, the students & siblings come with their parents. Some of students have no “sibling”, but they can join the activity with their assistant.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 pagi dibuka oleh Direktur sekaligus Kepala Sekolah Rawinala yakni Bapak Sigid Widodo.

Program started at 9am, With opening speech by Mr. Sigid Widodo as a Director and Head Master of Rawinala. SIBLING’s program divided into 2 sessions : OM and Meals Assistances, and for we create a team spread by 5 groups of ages.

Kegiatan SIBLING ini terbagi dalam 2 sesi. dan sibling di bagi dalam 5 kelompok berdasarkan usia. jadi ada kelompok yang masih sangat junior sekali 2-5 tahun, hingga kelompok yang dewasa sudah kuliah atau bekerja.

This groups devided to kids (2-5 years old), teenage and adult..


Sesi pertama adalah OM (Orientasi Mobilitas). pada sesi ini dibagikan Blind Fold/ Penutup Mata kepada para SIBLING. bagi yang ingin mencoba dipersilahkan menggunakannya, tetapi bagi yang tidak ingin tidak ada paksaan. Dannnnnnnn, diluar prediksi, ternyata hampir 90% para SIBLING tertarik untuk mencoba menggunakan Blind Fold tersebut!!! wow,..

1st session is OM.

On this session all siblings wore a Blind Fold, but if you don’t want to wear it, there is no force from school. Surprisingly, most of (90%) SIBLINGs interested to wear it. Wow!!!


Dengan menggunakan Blind Fold inilah, mereka kemudian menjalani GAME. ada 2 Game yang diberikan, yakni mencoba mengasah indera penciuman dengan diberikan beberapa bahan rempah-rempah yang harus mereka tebak apa nama rempah-rempah tersebut. ada yang benar menebak ada yang salah, ada yang tidak tahu. Seru sekali mendengar celoteh dan gelak tawa mereka.

Wearing Blind Fold, they start the games. First game is guessing the name of spices only by smell it. Some are right, some are wrong and some other event don’t know the spices. It was fun and great, listening kid’s babble and laughs.


Game berikutnya adalah pengenalan lingkungan. para SIBLING dibawa berkeliling komplek sekolah (masih dengan menggunakan Blind Fold), disinilah mereka belajar mengenakan/ melepas sepatu yang mereka pakai, mencoba berjalan dengan mengerahkan indera perabaan dan pendengaran. Ada yang tertatih tatih dalam berjalan, ada yang mantab berjalan, ada yang tidak mau lepas pegangan dari teman di depannya,.. macam macam ekspresi para SIBLING saat menjalani sesi ini.

The next game is environmental introduction. For all siblings we held school’s tour wearing a Blind Fold. They learn how to wear and take-off shoes, try to walk depend on their senses and hearings. Some are worried and hold their friends tightly so it won’t be lost. Some are walking firmly. We can see lots of expressions from SIBLINGs on this game.


Ya mungkin yang ada dalam benak mereka saat sesi ini adalah "o begini nih rasanya menjadi adik/ kakak-ku"

owh, this is what my sibling’s felt”… I think that’s the feeling on their siblings mind.



bersambung,..
to be continue,..

Rabu, Agustus 20, 2008

ramaditya

yang pertama kali menemukan profil ramaditya, rama, di internet adalah ayah utam, ayah bertanya apakah aku mengenalnya? belum!! dan dari profil itulah bunda mulai mengenal rama dan pada akhirnya bisa berkenalan dan bertemu langsung dengan rama.

rama adalah seorang penyandang tunanetra, sukses dengan sekolah inklusinya, dan saat ini selain berkarya sebagai motivator, rama adalah seorang game composer.

sosok yang sangat inspiratif buat bunda,... bunda banyak termotivasi setelah mengenal dirinya. kemudian disusul dengan berbagai macam sepak terjangnya dalam mengukir prestasi yang patut diacungkan jempol. besar harapan bunda, kelak dewasa balqiz bisa melangkah sukses mengikuti langkah sukses rama.


Insya Allah pada Sabtu, 30 Agustus 2008 pukul 14.00 - 16.00 wib bertempat di restoran Munik - Matraman, rama akan meluncurkan buku otobiografinya dengan tajuk : Blind Power, Berdamai Dengan Kegelapan.


saat ini buku tersebut baru akan diluncurkan dengan edisi "normal", untuk edisi Braille dan edisi Audio akan menyusul penerbitannya. Ayo para sahabat, sila meluangkan waktu dan menghadiri peluncuran buku otobiografi Rama ini,..


buat rama, bunda ucapkan selamat dan sukses terus melangkah!!

Selasa, Agustus 19, 2008

back to school, again

Alhamdulillah setelah 1 bulan sejak masuk sekolah setelah masa liburan yang cukup panjang, perkembangan balqiz semakin pesat. saat ini balqiz sudah tidak pake acara mutung bin ngambeg atau berulah saat masuk kelasnya. sudah tidak ada lagi adegan tangis menangis, tidak ada lagi adegan peluk erat tidak mau turun dari gendongan, sudah mau berjalan menuju kelasnya. dan udah gak pasang aksi "ndelosor" di lantai lagi,... horeeeeeeeee Thumbs Up. Sudah bisa menikmati kembali "senang" nya bersekolah. Bunda juga sudah mendiskusikan hal ini dengan guru kelasnya. dan puas dengan tindak lanjut yang diambil oleh bu Rini guru kelasnya balqiz. Terimakasih,..

cuma perkara bangun paginya aja neh yang terkadang masih suka diwarnai acara "gak mau!". udah bisa protes, udah bisa mengutarakan "gak mau" dan yang benar-benar "gak mau" sampai harus pakai acara paksa memaksa. bikin kepala bunda tumbuh tanduk 11 biji!!Devil

perkembangan motorik kasarnya juga semakin bagus, sudah bisa memasang puzzle sederhana, sudah bisa dengan lancar memasukkan balok pada tiangnya, sudah bisa menekan tombol, sudah bisa memutar tutup botol minumnya. sudah mau membaca kalender (circle time) kegiatan dan mengikuti keseluruhan kegiatan yang dijadwalkan buat balqiz.

kemudian sudah bisa berkata "tolong bu," disusul kata "terimakasih". sudah mulai mengerti konspe "maap". perbendaharaan lagu-lagunya juga semakin banyak, bahkan beberapa lagu bundanya malah gak ngerti itu lagu apa,.... dan ternyata o ternyata balqiz lagi seneng lagunya "sempurna-nya Andra" whuaaa..... bunda ndeso amat yak!! Bow Down


sudah bisa memilih sendiri jajanan yang dia pengen kalo sedang OM ke kantin sekolah. sekarang dia lagi seneng dengan kripik singkong,.. balqiz menyebutnya dengan "doyan". agak salah kaprah disini, karena untuk konsep "doyan" rupanya balqiz belum mengerti. asal muasalnya, saat balqiz diberi sepotong kripik, kripik itu agak pedas sebenarnya rasanya, tapi rupanya balqiz suka dengan sensasi "pedas"nya, karena takjub, spontan bunda bilang "balqiz doyan ya?" nah rupanya yang ditangkap oleh balqiz adalah kata "doyan" itu dijadikan sebagai nama "kripik singkong". sehingga jika balqiz ingin makan kripik, dia berkata "mau doyan!" "mau doyan!" waks,..

sedang berusaha meluruskan konsep "doyan" dan menyatukan dengan konsep "suka" kepada balqiz. dan terus terang hal ini bukan hal yang mudah buat bunda,.....Confused

ada yang bisa memberikan saran?